Pendangkalan Sungai Penyebab Banjir di Desa Cimahi, Pemuda Pancasila Kuningan Minta BBWS Bertindak

MPC Pemuda Pancasila Kuningan melihat langsung lokasi Desa Cimahi yang terkena musibah banjir.-Agus Sugiarto-Radar Kuningan
"Apalagi ada anggota kami yang juga menjadi korban. Terus terang, saya sangat prihatin dengan situasi ini," ujarnya.
Dari hasil tinjauan dan komunikasi dengan kepala desa setempat, diketahui bahwa banjir disebabkan oleh pendangkalan sungai serta kondisi tanggul Sungai Cipaku yang terlalu pendek.
BACA JUGA:Hujan Deras, Jembatan Penghubung di Desa Kutaraja Putus
BACA JUGA:UNIK, Petugas Puskesmas Hantara Cosplay Arabian Hingga Pasien Bawa Hasil Bumi
Hal ini diperparah oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
"Bayangkan, Sungai Cipaku ini menerima aliran dari lima sungai sekaligus yakni Sungai Cikamuning, Sungai Maung, Sungai Cikondang, Sungai Cicadas, dan Sungai Cibongkok. Sayangnya, tanggul yang ada sangat pendek, sehingga tak mampu menahan luapan air," bebernya.
Harnida menegaskan, bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berisiko menimbulkan korban yang lebih banyak di masa depan.
Selain kerugian materil seperti sawah yang rusak dan ternak yang hanyut, masyarakat juga mengalami trauma setiap kali hujan deras turun.
BACA JUGA:Banjir di Desa Cimahi, 153 Rumah Terendam, Ratusan Ternak Hanyut
BACA JUGA:Wabup Tuti Tinjau Warga Terdampak Banjir di Desa Cimahi
"Kami berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cirebon untuk segera mengambil langkah konkret, dalam menangani pendangkalan sungai dan membangun tanggul yang lebih tinggi. Jangan sampai hal ini terus terjadi dan merugikan masyarakat," tegasnya.
Masyarakat Cimahi kini berharap ada kepastian dari pihak terkait untuk segera memperbaiki kondisi sungai dan tanggul, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: