Bioprospeksi Gunung Ciremai, Hasilkan Pertanian Sehat, bisa Kendalikan Organisme Pengendali Tanaman
Bioprospeksi Gunung Ciremai-Foto: BTNGC-Radarkuningan.com
RADARKUNINGAN.COM - Salah satu program unggulan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) adalah Kampanye Pola Pertanian Sehat. Pola itu memprioritaskan penggunaan bioprospeksi asli dari Gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.
Pola Pertanian Sehat ini telah diujicobakan di beberapa demplot di desa binaan TNGC. Dengan pertanian sehat ini diharapkan masyarakat dapat mencontoh dan mengubah perlakuan terhadap lahan pertanian milik mereka.
Pertanian sehat yang dimaksud adalah sistem pertanian yang memprioritaskan penggunaan bioprospeksi asli Gunung Ciremai.
Selain itu juga menggunakan bahan organik untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), sehingga tidak merusak lingkungan.
BACA JUGA:Desa Ciwaru Kuningan Ternyata Sempat Jadi 'Ibu Kota' Karesidenan Cirebon, Begini Kisahnya!
Bioprospeksi berasal dari kata biodiversitas dan prospeksi, merupakan upaya untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi atau added value.
Dalam Peraturan Menteri LHK Nomor: P.02/MenLHK/Setjen/Kum.1/1/2018 disebutkan bioprospeksi merupakan kegiatan eksplorasi, ekstraksi, dan penapisan sumberdaya alam hayati.
Tujuannya untuk pemanfaatan secara komersial baik dari sumber daya genetik, spesies dan atau biokimia beserta turunannya.
Bioprospeksi yang dihasilkan salah satunya adalah bakteri Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Bakteri ini merupakan jenis bakteri menguntungkan bagi pertanian.
BACA JUGA:Rekomendasi Tempat Makan Bakso Murah di Kuningan, Ada Bakso Tulang Sumsum Harga Rp. 11 Ribu
Bakteri ini berfungsi merangsang pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit pada tanaman.
Selain itu merangsang perkembangan tanaman dengan mensintesis berbagai zat pengatur tumbuh. Seperti giberelin, etilen, dan sitokinin ke sekitar rizosfer. Juga meningkatkan kualitas dan kuantitas nilai hasil produksi.
Rizosfer adalah bagian tanah yang memiliki lebih banyak bakteri dibandingkan bagian tanah yang jauh dari akar tanaman.
Akun “Gunung Ciremai” dalam unggahan di facebook, mencontohkan keberhasilan seorang petani yang menggunakan pola tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
