Korban TPPO Pulang ke Kuningan, Begini Kisah Penderitaan Selama di Kamboja
Dimas dan istrinya menyampaikan langsung kisah perjalanan mereka di hadapan Bupati Kuningan ketika menjadi korban TPPO di Kamboja. -Setkab Kuningan for Radar Cirebon -
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Dimas Nurjati dan Nenden Ayu Safitri, warga KUNINGAN yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja, berhasil kembali ke tanah air.
Pasangan suami istri asal Dusun Babakan Lor RT 07 RW 04, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, kembali ke Indonesia setelah menjadi korban TPPO di Kamboja.
Mereka bersama tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya dari berbagai daerah, berhasil diselamatkan Bareskrim Polri dari upaya perdagangan manusia.
Setelah pulang ke Kuningan, pasangan suami istri asal Desa Galaherang tersebut, menghadap Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi untuk menceritakan kisah penderitaan selama di Kamboja.
Di hadapan Bupati Dian, Dimas mengawali perjalanannya hingga menjadi korban perdagangan manusia oleh mafia jaringan internasional di Kamboja.
BACA JUGA:Pengalaman Pahit Korban TPPO di Kamboja Cerita di Hadapan Bupati Kuningan
BACA JUGA:Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Kuningan, Dongkrak Produksi Pertanian
Menurut Dimas, dirinya bersama sang istri tergiur pergi ke Kamboja atas bujukan seorang teman ketika mencari pekerjaan di Karawang.
Teman tersebut, sebut Dimas, menjanjikan pekerjaan di Kamboja dengan bayaran cukup besar lengkap dengan berbagai fasilitas.
"Di Kamboja gaji Rp9 juta per bulan," ucap Dimas, Senin 29 Desember 2025.
Tanpa paspor dan biaya, ia dan istrinya nekat berangkat melalui jalur berlapis. Dimulai dari Batam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Phnom Penh, Kamboja.
Setibanya di bandara, mereka langsung dijemput oleh aparat setempat yang telah mengantongi data pribadi mereka.
BACA JUGA:KONI Jabar: Atletik dan Angkat Berat Tulang Punggung Prestasi Kuningan
BACA JUGA:Petani Meninggal Dunia di Sawah, Ditemukan Pipa Paralon di Sekitar Tubuh Korban
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
