Sekda Kuningan Luruskan Polemik Pernyataan Bupati soal Banjir Cirebon

Sekda Kuningan Luruskan Polemik Pernyataan Bupati soal Banjir Cirebon

Sekda Kuningan U Kusmana luruskan polemik terkait banjir di Cirebon. (Istimewa)--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Riuh narasi di media sosial tentang dugaan inkonsistensi pernyataan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar akhirnya dijawab tuntas oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Isu yang sempat berkembang liar itu ditegaskan sebagai persoalan salah konteks, bukan perubahan sikap atau kontradiksi pernyataan.

Penjelasan resmi disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana.

Sekda menilai sebagian publik menarik kesimpulan terburu-buru tanpa memahami alur dan forum pembahasan secara utuh.

BACA JUGA:Abdul Haris: Pengawasan DPRD Dijamin Konstitusi, Legislator Pembela Eksekutif Cederai Etika Demokrasi

BACA JUGA:Kios Kopi Cirebon Resmi Dibuka, Varian Kopi se-Indonesia Hadir di Satu Tempat

“Pernyataan Pak Bupati disampaikan dalam situasi dan forum yang berbeda. Kalau dipotong-potong, tentu bisa menimbulkan tafsir yang keliru,” ujar Uu, Senin (12/1/2026).

Polemik bermula dari Rapat Forum Evaluasi APBD Kepala Daerah se-Jawa Barat yang disiarkan melalui kanal YouTube Lembur Pakuan.

Dalam forum resmi itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan apakah banjir yang kerap melanda wilayah Cirebon Raya disebabkan oleh kondisi kawasan hulu di Kabupaten Kuningan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Kuningan tidak berbicara berdasarkan asumsi. Ia menyampaikan penjelasan berbasis laporan teknis dan hasil kajian lapangan yang telah dikantongi pemerintah daerah.

BACA JUGA:Pasca Mutasi, Pejabat Eselon III Pemkab Kuningan Wajib Retreat di KRK

BACA JUGA:Diskatan Kuningan Salurkan Ribuan Bibit Kelapa Genjah

Kesimpulan yang disampaikan cukup tegas bahwa t8dak ada pembukaan lahan di wilayah hulu, khususnya kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Tidak ditemukan longsor di daerah hulu yang berpotensi mengirim sedimen ke wilayah hilir. Kondisi aliran sungai utama maupun anak sungai di hulu masih relatif normal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: