Terjadi Selisih Debit Air Cukup Besar ke Indramayu, Warga Cikalahang Curiga Ada Permainan
Kerja sama penyediaan air Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Kamuning Kuningan dengan Kabupaten Indramayu, dianggap merugikan masyarakat Desa Cikalahang Kabupaten Cirebon. -Agus Phanter-Radar Kuningan
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Warga Desa Cikalahang mulai menaruh curiga atas kerja sama yang dilakukan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Kamuning Kuningan dengan Kabupaten Indramayu.
Mantan Sekretaris Desa Cikalahang Umar Ali Sahabi menilai, terjadi selisih debit air cukup besar yang mengalir ke Kabupaten Indramayu.
Dengan adanya selisih debit air tersebut, warga mencurigai adanya aliran air ke pihak lain di luar kerja sama resmi, termasuk dugaan penyaluran ke pabrik air minum dalam kemasan (AMDK).
"Di titik perusahaan tercatat debit 142 liter per detik, tapi yang sampai ke Indramayu hanya 110 liter per detik. Ada selisih yang sangat besar, ini yang memunculkan dugaan ke mana sisa air itu dialirkan," ucap Umar, Rabu 21 Januari 2026 dikutip dari Harian Radar Cirebon.
Seain itu, kebijakan PDAM Tirta Kamuning Kuningan yang menjalin kerja sama penyediaan air dengan Kabupaten Indramayu, dinilai merugikan masyarakat Cikalahang.
BACA JUGA:Isu Sentralisasi Penyuluh Mencuat, Diskatan Kuningan Buka Suara
Menurut Umar, sejak awal kerja sama tersebut dijalankan, kebutuhan dasar warga di sekitar sumber mata air justru terabaikan.
Padahal, dalam berita acara sosialisasi yang dilakukan pada tahun 2022 antara PDAM Kuningan dan Pemerintah Desa Cikalahang, telah disepakati sejumlah poin penting terkait hak masyarakat.
"Dalam berita acara sosialisasi itu jelas disebutkan bahwa sebelum air dialirkan ke Indramayu, kebutuhan air bersih warga Cikalahang harus direalisasikan terlebih dahulu," jelas Umar.
Bahkan, sudah ada ketentuan pembagian, 50 persen untuk dikembalikan ke alam, 30 persen untuk masyarakat sekitar.
"Dan 20 persen untuk kepentingan komersial,” ungkapnya.
BACA JUGA:RTRW Kuningan Disorot, KONI Usulkan Kawasan Kuningan Sport Centre
Ia menjelaskan, salah satu poin utama kesepakatan adalah pemenuhan pipanisasi dan air bersih langsung ke rumah-rumah warga Cikalahang.
Namun hingga pembangunan infrastruktur selesai pada 2024, janji tersebut belum juga direalisasikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
