Bupati Majalengka Keluarkan SK Kesiapsiagaan Bencana Hingga April 2026
ILUSTRASI. Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di wilayah Majalengka, membuat Bupati Eman mengeluakan SK Kesiapsiagaan bencana hingga April 2026 mendatang.-Dok-Radar Kuningan
MAJALENGKA, RADARKUNINGAN.COM - Sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem yang terjadi belakang ini, Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kesiapsiagaan bencana hingga April 2026 mendatang.
Langkah tersebut sebagai upaya antisipasi menghadapi ancaman bencana yang terjadi imbas cuaca ekstrem di Kabupaten Majalengka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, H Agus Tamim ST MSi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Majalengka telah lebih dahulu menetapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana.
"Berdasarkan perkembangan bencana hidrometeorologi di Majalengka, Pak Bupati sudah mengeluarkan kebijakan kesiapsiagaan bencana hingga April 2026 untuk mengantisipasi ancaman tersebut,” kata Agus dikutip dari Harian Radar Cirebon, Selasa 27 Januari 2026.
Menurut dia, peringatan cuaca dari BMKG menjadi sinyal serius. Pada periode 23–29 Januari 2026, hujan diprediksi berada pada kategori sangat ekstrem, dan kondisi di lapangan membenarkan peringatan tersebut.
BACA JUGA:Terjadi Pergantian Pejabat di Lingkungan Polresta Cirebon, Ini Dia Sosok yang Dilantik!
BACA JUGA:Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Kuningan, Tersebar di 17 Titik
Dalam rentang waktu 23 hingga 24 Januari 2026, tercatat hampir 39 kejadian bencana yang tersebar di 13 kecamatan serta 35 desa dan kelurahan.
"Curah hujan tinggi terjadi baik di wilayah utara maupun selatan Majalengka. Di wilayah selatan banyak terjadi tanah longsor, sementara di wilayah utara didominasi banjir,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka itu menambahkan, secara keseluruhan sejak 1 hingga 26 Januari 2026, Majalengka telah mengalami sekitar 58 kejadian bencana, dengan puncaknya terjadi dalam dua hari berturut-turut saat intensitas hujan sangat tinggi.
"Sekitar 40 kejadian tercatat hanya dalam kurun 23–24 Januari, meliputi banjir dan longsor,” pungkas Agus.
Sementara itu, Bupati Eman Suherman menegaskan, isu kebencanaan menjadi fokus utama dalam rapat pimpinan (rapim) awal pekan ini.
BACA JUGA:Modus Baru Penipuan Pupuk, Nama Pejabat Diskatan Kuningan Dicatut
BACA JUGA:Membedah Konflik Ekonomi dan Ekologi di Kaki Gunung Ciremai
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
