Temuan Kasus Superflu di Majalengka, Begini Kata Kadinkes
ILUSTRASI. Kasus superflu belum ditemukan di Kabupaten Majalengka. Namun begitu, Kadinkes tetap mengedepankan langkah pencegahan.-Dok-Radar Kuningan
MAJALENGKA, RADARKUNINGAN.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten MAJALENGKA, H Agus Suratman, memberikan tanggapan mengenai kasus superflu yang tengah ramai dibicarakan.
Kadinkes memastikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu di wilayahnya.
Istilah superflu sedang marak diperbincangkan karena gelombang meningkatnya kasus influenza musiman yang disebabkan oleh varian virus influenza A (H3N2) subclade K di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski namanya terdengar menakutkan, istilah ini bukan nama penyakit baru atau virus baru secara resmi, melainkan istilah populer yang merujuk pada peningkatan penularan influenza yang cepat akhir-akhir ini.
Varian yang disebut superflu ini termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 yang sudah dikenal dan dipantau oleh sistem surveilans global seperti WHO.
BACA JUGA:Langsung Jadi Idola, Toprak Razgatlıoğlu Bikin Kagum Pelajar SMK Negeri 39 Jakarta
BACA JUGA:CATAT! Nomor Aduan Korban Praktik Percaloan Rekruitmen Pekerja di Kabupaten Kuningan
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, temuan superflu pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans ILI-SARI dan Whole Genome Sequencing (WGS).
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Laporan lain mencatat bahwa mayoritas kasus ditemukan pada anak-anak dan perempuan, namun Kemenkes menegaskan situasi masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan dibandingkan influenza biasa.
Di beberapa negara lain seperti Amerika Serikat dan Eropa, kasus influenza terutama yang disebabkan varian H3N2 juga dilaporkan meningkat musim ini.
Di Amerika, misalnya, musim flu 2025-26 memperlihatkan lonjakan jumlah kasus dan rawat inap yang cukup tinggi pada akhir 2025.
BACA JUGA:Buka Semangat 2026, Yamaha WR155 R Tampil Ikonik dengan Desain Body dan Grafis Anyar
BACA JUGA:Lindungi Buruh, KSPSI Kuningan Tolak Percaloan Masuk Kerja
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
