Daging dan Beras Jadi Primadona GPM, Kabid Ating Setiawan: 2 Kuintal Daging Sapi Ludes Terjual

Daging dan Beras Jadi Primadona GPM, Kabid Ating Setiawan: 2 Kuintal Daging Sapi Ludes Terjual

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Ating Setiawan. (Foto: Agus Panther)--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. .

Setiap kali kegiatan berlangsung, bahan pokok yang disediakan hampir selalu habis terjual dalam waktu singkat.

Tingginya minat warga terutama terlihat selama Ramadan. Kebutuhan sembako dan daging meningkat signifikan dibanding hari biasa.

Akibatnya, tidak sedikit warga yang datang terlambat harus pulang tanpa mendapatkan komoditas yang diinginkan.

BACA JUGA:8 Tim Turun Serentak, Safari Ramadan Kuningan Sasar 32 Kecamatan, Simak Jadwalnya

BACA JUGA:Dari Tegang Jadi Senang: Polres Kuningan Bagi-Bagi Takjil

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Ating Setiawan, mengakui antusiasme masyarakat sangat tinggi karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

“Warga sangat terbantu. Bukan hanya dari desa setempat, tetapi juga dari desa sekitar ikut membeli. Umumnya yang paling dicari beras, telur, minyak goreng, dan daging,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya menyiapkan minimal dua kuintal daging sapi di setiap lokasi pelaksanaan.

Selain itu, beras, gula pasir, serta komoditas hortikultura juga disiapkan dalam jumlah besar.

BACA JUGA:Baru Usai Touring Indonesia-Mekkah, Om Daeng Kembali Touring Ribuan Kilometer Jelajah Sulawesi

BACA JUGA:Tamparan Bagi Pemerintah Daerah, Warga Karangkancana Patungan Perbaiki Jalan Rusak

Ating menegaskan, penentuan lokasi GPM tidak didasarkan pada kedekatan personal, melainkan mempertimbangkan tingkat kerawanan pangan di suatu wilayah.

Sebelum pelaksanaan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memperkirakan kebutuhan riil masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: