Sempat Timbul Friksi, Deis Jamin Koalisi Kuningan Bersatu Solid

Senin 07-10-2019,17:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi

KUNINGAN-Posisi pimpinan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) diprediksi bakal dikuasai gerbong Koalisi Kuningan Bersatu. Prediksi ini mencuat, usai deklarasi Koalisi Kuningan Bersatu yang disepakati lima fraksi dari enam partai dengan jumlah kursi sebanyak 29 anggota dewan. Kendati sempat muncul isu pengkhianatan, namun akhirnya mereka kembali bersatu dan bertekad untuk meraih seluruh komposisi AKD. Kelima Fraksi DPRD Kuningan itu yakni Fraksi Gerindra Bintang (Gerindra-PBB), Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat, dan Fraksi PPP. Hingga kini, lobi-lobi politik masih kencang dilakukan dalam menentukan penyusunan komposisi AKD baik Komisi I, Komisi II, Komisi III, Komisi IV, Badan Kehormatan (BK), dan Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda). “Alhamdulillah koalisi yang kami bangun sangat solid. Tidak ada masalah. Malah kami sudah melakukan pertemuan kembali untuk menyatukan tekad,” tegas Ketua DPC Gerindra H Dede Ismail SIP. Deis, panggilan akrabnya tak menampik jika sempat mencuat friksi di internal koalisi namun masalah itu sudah klir alias tuntas. Semua fraksi di koalisi sepakat untuk kembali menguatkan barisan dan bersiap memimpin AKD. “Sekarang semuanya sudah beres, tak ada perbedaan. Semuanya bertekad untuk meraih seluruh posisi AKD. Dalam politik, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Itu namanya demokrasi. Dan lima fraksi yang berada di koalisi sekarang solid,” tegas Deis. Saat ini, jumlah fraksi di DPRD Kuningan terdapat sebanyak delapan fraksi. Artinya, sisa tiga fraksi yakni Fraksi PDIP, Fraksi PKB, dan Fraksi Golkar hanya berjumlah sebanyak 21 anggota dewan. “Ya kalau melihat jumlah kursi itu cukup besar ya, separuh lebih dari jumlah anggota dewan. Ada 29 anggota dewan dari lima fraksi, maka prediksinya Koalisi Kuningan Bersatu ini akan merebut AKD,” kata Sujarwo BA, pengamat politik lokal. Dia mengatakan, AKD menjadi hal menarik yang diperebutkan setiap fraksi, sehingga masing-masing partai politik pasti memiliki target untuk menempatkan kadernya menduduki jabatan pimpinan komisi di AKD. Hanya saja, keinginan itu tidak bisa lepas dengan dukungan dari partai lain dalam satu koalisi. “Jadi kalau ingin target jadi ketua komisi, maka harus menggalang koalisi besar untuk mendapatkan dukungan. Jabatan ketua dalam AKD itu dipilih berdasarkan suara terbanyak saat pembahasan internal komisi, tergantung nanti bagaimana membangun koalisi di komisinya,” ungkapnya. Sebelumnya, PDI Perjuangan juga mengakui telah melakukan pertemuan dengan dua partai lain yakni PKB dan Golkar di Hotel Purnama Mulia Cigugur Kuningan. Hanya saja, pertemuan itu disebut-sebut hanya sebatas forum silaturahmi antar parpol. “Iya kemarin ada PDIP, PKB, dan Golkar. Pertemuan biasa, gak banyak yang dibahas, gak ada pembicaraan khusus,” kata Ketua DPC PDIP Kuningan H Acep Purnama SH MH. Apakah pertemuan itu terkait dengan pembahasan bagi-bagi porsi Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Acep justru buru-buru membantahnya. Sekali lagi, Ia menegaskan, bahwa pertemuan itu hanya silaturahmi antar parpol semata. “Kita hanya bicara bagaiamana suasana disini, bagaimana juga suasana disana. Sehingga pada akhirnya kedua lembaga ini lebih bersinergi untuk membangun Kuningan lebih baik,” singkatnya. (ags)

Tags :
Kategori :

Terkait