Oleh sebab itu, Ia menjelaskan, revitalisasi ini akan lebih fokus pada penataan di area kawasan wisata baik tempat berdagang, taman hiburan dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jagara Nana Sutriana didampingi Kepala Desa Cikupa Asep Surahman menyampaikan rasa syukurnya ketika ada revitalisasi untuk menata kawasan wisata yang lebih baik ke depan. Hanya saja, jangan sampai revitalisasi ini merugikan masyarakat yang sudah bertahun-tahun memiliki usaha di Waduk Darma menjadi terpinggirkan.
“Adanya revitalisasi ini tentu menjadi anugerah bagi kami. Namun kami juga memikirkan tentang masyarakat kami, agar revitalisasi ini tidak merugikan mata pencaharian masyarakat di sini,” ujarnya.
Sebab menurutnya, tak sedikit warga di desanya yang berusaha di kawasan Waduk Darma Kuningan. Mereka sebagian besar menjadi pedagang warung, menarik perahu wisata hingga berjualan keliling.
“Jadi jangan sampai setelah revitalisasi malah masyarakat kami dirugikan bahkan dikorbankan. Kami meminta agar mereka tetap bisa diakomodir untuk berusaha di sini, sehingga mata pencaharian warga kami tetap ada,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku, beberapa kali sudah melakukan pertemuan dengan pihak pengelola wisata yakni PDAU, pemerintah daerah hingga provinsi agar warganya tetap bisa berdagang di kawasan Waduk Darma pasca revitalisasi.
“Saya setiap rapat selalu mengatakan silakan untuk merevitalisasi dengan model apapun. Namun paling penting, warga kami yang sudah berusaha berdagang di warung, orang Jagara yang usaha perahu di sini tetap bisa usaha di sini,” pintanya.
Pihaknya akan menolak, jika banyak pelaku usaha di Waduk Darma justru orang-orang baru yang didatangkan dari luar Desa Jagara. Sebab ada sebanyak 60 pelaku usaha baik pedagang hingga usaha perahu yang berasal dari warga setempat.(ags)