Puncak Kemarau, Diskatan Kuningan Imbau Petani Sesuaikan Pola Tanam

Puncak Kemarau, Diskatan Kuningan Imbau Petani Sesuaikan Pola Tanam

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah menghimbau kepada petani agar menyesuaikan pola tanam pada musim kemarau ini.-Istimewa-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air seiring memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk menekan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Hal itu sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada Agustus dengan kondisi yang cenderung lebih kering dibandingkan biasanya.

Di Kabupaten Kuningan, perhatian difokuskan pada wilayah tadah hujan serta daerah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai lebih rentan mengalami penurunan ketersediaan air selama puncak musim kemarau sehingga petani diimbau lebih cermat dalam menentukan waktu dan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

BACA JUGA:Kisah Silvi, Siswi SMK di Kuningan yang Bertahan Pakai Seragam SMP karena Tak Mampu Beli Seragam Baru

BACA JUGA:Kasus Jasad Bayi di Pasawahan Terbongkar, Ibu Kandung 19 Tahun Jadi Tersangka

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengatakan keputusan memulai musim tanam harus mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, terutama ketersediaan sumber air.

"Keputusan menanam harus didasarkan pada kondisi ketersediaan air. Jangan memaksakan menanam padi apabila sumber air tidak mencukupi. Risiko puso akan jauh lebih besar apabila tanaman tidak memperoleh pasokan air yang cukup selama masa pertumbuhan," kata Wahyu, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurut dia, penyesuaian pola tanam merupakan strategi adaptasi yang paling rasional untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus meminimalkan kerugian petani selama musim kemarau. 

Karena itu, petani disarankan beralih ke komoditas yang lebih toleran terhadap kondisi kering, seperti jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, maupun tanaman palawija lainnya yang sesuai dengan karakteristik lahan.

Sementara itu, bagi petani yang telah menanam padi dan masih memiliki sumber air di sekitar lahan, Diskatan menyiapkan dukungan berupa peminjaman pompa air kepada kelompok tani sesuai dengan ketersediaan.

BACA JUGA:Tinggalkan Sistem Lama, BKPSDM Kuningan Pelajari Transisi SIMATA BKN

BACA JUGA:Sawah Hijau, Gunung Ciremai dan Sunset Memikat, Ini Pesona Desa Cidahu Pasawahan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: