Untuk volume sampah, kata Aman, saat ini masih pandemi Covid-19 dan banyak orang berdiam diri di rumah, sehingga semakin konsumtif dan otomatis timbunan sampah semakin banyak. Berdasarkan hitungan DLH, ada sebanyak 262 ton sampah setiap harinya yang diangkut petugas ke TPA.
“Sebenarnya, kalau dihitung setiap orang yang buang sampah di Kuningan, itu bisa mencapai sekitar 400 ton. Tapi yang baru bisa kami layani saat ini baru sekitar 200 ton lebih. Bisa dibayangkan sampah di Kuningan entah kemana sisanya, apakah dibuang ke sungai atau dibakar, atau dibuang ke kebun orang, itu diluar tanggung jawab kami,” tutur Aman.
Untuk pelayanan di desa-desa, lanjut Aman, ada yang sudah bisa dilayani oleh DLH, dan ada pula desa yang mandiri sekitar 25 desa, dengan membeli mobil pengangkut sampah sendiri dan dibuang langsung ke TPA Ciniru.
“Alhamdulillah sudah banyak desa yang mandiri dengan membeli mobil sendiri untuk mengangkut sampah dibuang ke TPA. Kalau kita tangani semua, kita belum siap karena keterbatasan armada,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kuningan kota, terkait jam buang sampah dari warga agar disesuaikan dengan jadwal atau jam pelayanan (pengangkutan) dari DLH. Karena armada dari DLH bekerja pagi sesuai jadwal, diantaranya jam 04.00, jam 05.00, dan jam 06.00 WIB.
“Jadi, jam buang sampah (dari warga) itu disesuaikan dengan jam angkutan. Jangan sampai di luar jam angkutan, baru buang sampah. Dari dulu jam buang itu mulai jam 5 sore sampai jam 5 pagi, itu jam buang (sampah) dari warga. Jadi, pagi-pagi sebelum armada datang, masyarakat sudah membuang sampah, jangan sampai jam 8 atau jam 9 pagi baru buang sampah, sehingga ada kesan kita itu gak ngangkut,” imbaunya.
Terakhir, Aman juga mengimbau kepada masyarakat umum, khususnya bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) diharapkan untuk pembuangan masker bekas pakai agar dipisahkan. Akan lebih baik lagi sampah bekas isoman tersebut sebelum dibuang disemprot dulu dengan disinfektan.
“Kami juga manusia, petugas sampah juga manusia, kami butuh kesehatan. Sehingga kami juga perlu menjaga kesehatan dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat supaya tidak buang sampah, khususnya sampah yang bekas isoman, apalagi masker, jangan dibuang sembarangan,” pungkas Aman. (muh)