Menurut Oding, jika memang beras bermasalah, dirinya terbuka untuk menerima komplain dari warga.
"Tapi sejauh ini, tidak ada yang datang ke desa untuk melakukan keluhan," kata Oding.
Namun menurut Oding, memang warga mengaku mencium bau yang tidak biasa ketika beras sedang dimasak.
"Tetapi tidak ditemukan kutu," tegasnya.
BACA JUGA:Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Garatengah Dikumpulkan
Untuk memastikan keluhan warga yang menyebutkan beras berkutu dan bau apek tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan.
Pemdes, E-Waroeng dan pendamping BPNT dari tingkat Kecamatan, melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh kepada warga penerima bantuan.
Untuk lebih memastikan, beras yang disebut berkutu dan bau apek itu, dibawa untuk dijadikan sample dan dikirimkan kepada pihak suplayer.
Menurut pemilik E-Waroeng, Rukmanta, pihak suplayer tidak mungkin membeda-bedakan kualitas beras yang dikirim ke setiap desa.
BACA JUGA:Usai Karnaval, Kuningan Dipenuhi Sampah, Petugas DLH Bersihkan Hingga Malam Hari
Karena menurutnya, pihak suplayer sekali kirim, bisa memenuhi untuk dua atau tiga desa sekaligus.
"Pihak suplayer menjamin jika beras yang dikirim sama dengan desa lain," kata Rukmanta.
Ditambahkan Rumanta, atas rasa tanggung jawab, pihak suplayer juga ikut melihat kondisi beras yang disebut bermasalah tersebut.
Dan hasilnya, pihak suplayer tidak menemukan kutu di beras yang ramai dibicarakan tersebut.
BACA JUGA:Pemerintah Umumkan Kenaikan Harga BBM, Sejumlah SPBU di Kuningan Dijaga Polisi
"Bahkan beras kita gelar di nampan, kita periksa bersama dan tidak ada kutunya," ucap Rukmanta.