Terapi cairan dapat diberikan melalui infus atau injeksi subkutan pada kucing yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Ini membantu mengatasi dehidrasi dan menyediakan nutrisi saat kucing tidak mau makan atau minum.
6. Obat kortikosteroid
Dokter hewan mungkin meresepkan obat kortikosteroid untuk melawan peradangan yang menjadi penyebab demam pada kucing.
BACA JUGA:11 Penerbangan ke 4 Tujuan di Bandara Kertajati Hari Ini, Ada Apa Saja?
7. Makanan bernutrisi:
Memberikan makanan yang bernutrisi, baik dalam bentuk makanan basah atau suplemen obat nafsu makan, dapat membantu menjaga kesehatan tubuh kucing yang sedang mengalami demam.
8. Suplemen atau vitamin:
Vitamin C dapat diberikan sebagai suplemen untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing dan membantu melawan bakteri dan virus.
9. Jaga kebersihan kandang:
Kebersihan kandang kucing harus dijaga dengan membersihkannya secara rutin menggunakan cairan desinfektan untuk mencegah bakteri atau kuman.
10. Memberikan waktu istirahat:
Pastikan kucing memiliki waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri dari demamnya, hindari aktivitas berlebihan yang dapat menghambat kesembuhan.
BACA JUGA:Mengenal Penyakit Kulit pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Mengatasi demam pada kucing secara alami mengharuskan kamu untuk memberikan perhatian lebih dan memantau kondisi kucing peliharaan dengan seksama.
Jika demam pada kucing tidak membaik dalam periode 24 jam atau suhu tubuhnya melewati 40 derajat Celcius, sebaiknya segera membawanya ke dokter untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut secara intensif.
Penting juga untuk memberikan kucing dosis obat sesuai anjuran dan memberikannya suplemen vitamin untuk daya tahan tubuh, serta memberikan perawatan penuh kasih selama proses penyembuhan. (Reyhan)