Bukan Cuma Eropa dan China, Kuningan Juga Punya Naga, Ada di Puncak Gunung Tilu

Kamis 25-01-2024,16:45 WIB
Reporter : Yuda Sanjaya
Editor : Yuda Sanjaya

Sebab, terdapat relief laki-laki dan naga. Sehingga bisa disimpulkan bahwa naga adalah lambang dari perempuan.

"Relasi antara laki-laki dan naga ini yang kemudian melahirkan manusia dari generasi ke generasi," katanya.

Naga dalam konteks ini erat kaitannya dengan spiritual masyarakat setempat dan dipahat menjadi relief pada menhir atau batu besar yang ditempatkan secara vertikal di tanah.

Dijelaskan Dr Ali Akbar, naga dalam konteks tersebut menjadi mahluk yang dihormati, simbol kehidupan dan mewakili kekuatan alam semesta.

BACA JUGA:Kandungan Gizi Makanan Kucing (Wet Food dan Dry Food) Ternyata Memiliki Harga Murah, Inilah 3 Produknya!

Terkait penelitian ini, Dr Ali Akbar menyatakan, dirinya sudah menuliskan pada jurnal internasional terindex Scopus.

Beda Persepsi Naga Eropa dan Asia

Seperti diketahui, ada perbedaan signifikan antara naga di Eropa dan Asia. Di Eropa digambarkan sebagai mahluk yang menakutkan.

Bahkan seringkali dalam cerita ada adegan pertarungan mahluk yang manyemburkan api dari hidungnya ini, dengan sosok pangeran.

Sementara di Asia, penggambaran naga justru lebih kepada lambang keberuntungan. Di Tiongkok, naga dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan. Terutama dikaitkan dengan kontrol pada elemen air.

BACA JUGA:Mengenal Lebih Jauh Tanaman Sirih Gading: 5 Keunikan Sirih Gading, Tanaman Pembersih Udara yang Tahan Banting

Sosok ular besar itu juga digambarkan dengan hujan dan elemen alam semesta yang positif. Sehingga perbedaan utama antara naga Asia dan Eropa ada pada segi penampilan dan sifatnya.

Pada versi Asia seringkali digambarkan tidak memiliki sayap atau hanya berupa bagian kecil saja. Bentuknya juga lebih mirip dengan ular panjang, tetapi bertubuh ramping dan bisa terbang.

Sedangkan di Eropa justru digambarkan sebagai hewan yang lebih mirip dengan dinosaurus. Kemudian memiliki sayap besar dan kemampuan untuk menyemburkan api.

"Di Asia digambarkan dengan citra positif sebagai pembawa keberuntungan. Sementara di Eropa lebih digambarkan sebagai mahluk jahat," katanya.

BACA JUGA:Mengenal Budidaya Tanaman Janda Bolong Agar Cepat Berkembang Biak, Yuk Simak 7 Caranya Disini

Kategori :