Walaupun begitu, bulu kucing juga tetap dianggap berbahaya dan memiliki resiko terkena penyakit jika terhirup atau masuk kedalam tubuh.
Berikut adalah gejala penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing.
1. Reaksi Alergi
Banyak orang mengira bahwa alergi terhadap kucing disebabkan oleh bulu hewan tersebut. Namun, faktanya, alergi pada kucing sebagian besar berasal dari air ludah dan urin kucing.
Ketika kucing menjilat dirinya sendiri, air ludah ini menempel pada bulunya. Akibatnya, saat kita berinteraksi dengan kucing atau lingkungan tempat tinggalnya, kita bisa terkena alergi.
Gejala reaksi alergi pada kucing seringkali mirip dengan gejala flu. Beberapa gejalanya termasuk mata gatal, bersin-bersin, pilek, dan peradangan pada sinus.
Selain itu, bulu kucing juga dapat memicu serangan asma pada orang-orang yang rentan.
BACA JUGA:Ini 3 Faktor Yang Memengaruhi Makanan Kucing Peliharaan, Pecinta Kucing Wajib Tahu!
2. Penyakit Cakar Kucing
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae, yang umumnya tidak menunjukkan gejala pada kucing.
Namun, ketika kucing menggaruk atau menggigit seseorang, bakteri ini dapat ditularkan ke manusia. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak tangan dengan bulu kucing yang terkontaminasi.
Gejala dari penyakit cakar kucing biasanya muncul dalam waktu sekitar 10 hari setelah terinfeksi.
Benjolan kecil seringkali akan muncul, diikuti dengan gejala seperti mual, muntah, demam, menggigil, lelah, peradangan, dan nyeri pada kelenjar getah bening.
Meskipun bagi kebanyakan orang dengan sistem kekebalan yang kuat penyakit ini tidak serius, namun sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.
BACA JUGA:Beda Usia Beda Takaran! Ini Porsi Makan Kucing Yang Benar Sesuai Usia, Simak Penjelasannya