Tanaman ini rentan terhadap sinar matahari dan hanya bisa menerima cahaya matahari sebanyak 30-40%.
BACA JUGA:Apakah Tanaman Hias Kuping Gajah Beracun untuk Hewan Peliharaan? Oh Ternyata
2. Pilih media tanam yang sesuai
Membutuhkan media tanam yang kaya unsur hara, porous, dan cukup lembab tetapi tidak becek. pH media tanam yang ideal untuk pertumbuhan adalah 6-7.
Contoh media tanam yang sering digunakan termasuk sekam bakar, pakis, dan pupuk kandang (3:1:1) atau akar pakis, pupuk kandang, dan akar kadaka (1:1:1).
3. Penyiraman
Penyiraman dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 09.00 dan sore hari sekitar pukul 17.00 menggunakan sprayer atau gembor.
Agar media tanam tidak terkikis, aliran air sebaiknya tidak terlalu kencang. Sesekali siram daunnya untuk menghilangkan debu yang menempel.
BACA JUGA:5 Jenis Tanaman Outdoor yang Banyak Diburu, Minim Perawatan Cocok untuk Pemula
4. Pemupukan
Selain dari penyiraman, kalian juga memberinya pupuk slow release seperti Dekastar. Taburkan pupuk di media tanam setiap 3 bulan sekali.
Jangan lupa juga untuk memberinya pupuk daun yang mengandung kandungan N an P tinggi seperti Growmore hijau atau Gandasil D.
Campurkan 1-3 gram pupuk dengan 1 liter air dan aplikasikan pada tanaman setiap 1-2 minggu sekali.
5. Jangan beri pupuk di cuaca terik
Cara berikutnya untuk merawat tanaman kuping gajah agar subur adalah menghindari memberikan pupuk saat cuaca panas dan terik.
BACA JUGA:Yuk Simak Rekomendasi Tanaman Gantung Indoor Yang Cocok Ditanam di Tahun 2024
BACA JUGA:Mengenal Lebih Jauh Lidah Mertua, Simak 5 Fakta Menarik Tanaman Lidah Mertua, yang Jarang Diketahui!
Karena ini dapat menyebabkan daun tanaman hias ini terbakar. Untuk hasil yang baik, jangan menyiramnya setelah pupuk selama dua jam. Untuk waktu penumpukan yang ideal, lakukan di pagi hari atau di sore hari.