Hingga saat ini, tidak ada satupun harimau putih yang ditemukan hidup di alam liar. Terakhir kali seorang harimau putih ditemukan di habitat alaminya adalah 50 tahun yang lalu.
Kehadiran mereka yang jarang adalah salah satu alasan utamanya. Namun, faktor lain yang menyebabkan absennya harimau putih di alam liar adalah aktivitas penangkapan.
Semua harimau putih yang masih hidup saat ini berada dalam penangkaran karena seringkali mereka dimanfaatkan dalam kebun binatang, taman, dan fasilitas perlindungan sebagai objek wisata yang menguntungkan.
4. Reproduksi Harimau Putih Melalui Persilangan Sedarah
Karena keunikan dan kelangkaannya, penjaga harimau putih sering menggunakan teknik persilangan sedarah untuk memperbanyak jumlah mereka.
Praktik ini melibatkan persilangan antara induk dengan anak kandung, ayah dengan anak perempuan, atau bahkan saudara dengan saudara.
Meskipun terjadinya kelahiran, banyak harimau putih yang dilahirkan melalui persilangan sedarah ini memiliki berbagai deformitas, seperti kaki bengkok, sumbing palatum, kelainan tulang belakang, dan cacat organ lainnya.
5. Harimau Putih Bukan Satu-satunya Mutan dalam Spesies Ini
Meskipun harimau putih merupakan varian yang paling terkenal, mereka bukanlah satu-satunya mutan dalam spesies harimau. Ada beberapa mutasi lainnya, termasuk:
- Harimau Emas: Juga dikenal sebagai harimau belang emas atau harimau stroberi, memiliki mantel berwarna emas dengan garis-garis hitam.
- Harimau Hitam: Mutasi ini menghasilkan harimau dengan lebih banyak garis hitam yang hampir menutupi warna dasar oranye.
- Harimau Biru: Juga dikenal sebagai harimau Malta, berasal dari provinsi Fujian di Cina dan memiliki bulu berwarna biru dengan garis-garis gelap.
Dengan informasi ini, kita semakin memahami tentang harimau putih dan variasi unik dalam spesies yang menakjubkan ini.