Sementara itu, kronologi awal kejadian dijelaskan oleh Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan, Andri Arga Kusuma.
Menurutnya, macan tutul pertama kali terlihat pada Senin malam oleh seorang pekerja bangunan yang tengah mengambil alat kerja.
BACA JUGA:Setiap Pakai QRIS BRI, Transaksi dan Laporan Bisa Langsung Diterima Permudah Konsumen
BACA JUGA:Karier Wahyu Hidayah Melesat, Dipastikan Jabat Pj Sekda Kuningan
Terkaget dengan kemunculan hewan tersebut, pekerja langsung melarikan diri, sementara si macan masuk lebih dalam ke area bangunan.
“Warna bulunya kuning dengan totol hitam khas macan tutul. Keesokan paginya, hewan tersebut kembali terlihat oleh pekerja lain dan akhirnya diketahui bahwa ia terjebak di salah satu ruangan kosong,” ujar Arga.
Tim gabungan dari Damkar, BPBD, Kepolisian, TNI, dan warga segera dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
Namun karena keterbatasan peralatan, proses evakuasi menunggu tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat datang dari Bandung dengan perlengkapan khusus untuk pembiusan.
BACA JUGA:Lewat Pameran BRI, Pengusaha Muda Asal Bali Pasarkan Fashion dengan Sentuhan Digital
BACA JUGA:Tanggap Bencana Gempa Poso, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Korban Terdampak
“Kondisinya saat ini stabil dan sudah ditempatkan di kandang khusus yang disiapkan oleh tim BKSDA. Hewan tersebut kini dalam pengawasan ketat dan tidak membahayakan,” tambahnya. (*)
Dari hasil observasi BKSDA, macan tutul ini diperkirakan berasal dari kawasan Bukit Barisan dan kemungkinan besar tersesat ke pemukiman karena mencari sumber makanan.