Proses Terjadinya Hujan Es:
Kondisi Awal:
Hujan es membutuhkan kondisi kelembapan udara yang tinggi dan suhu panas di permukaan, yang kemudian memicu penguapan air dan pertumbuhan awan cumulonimbus.
Pembentukan Awan Cumulonimbus:
Awan-awan kecil di dekat permukaan akan berkumpul membentuk awan cumulonimbus yang tebal, menjulang tinggi, dan gelap.
Perjalanan Udara Dingin:
Arus udara naik (updraft) yang kuat membawa tetesan air dan butiran es ke bagian atas awan yang suhunya sangat dingin.
Pembesaran Butiran Es:
Di ketinggian yang sangat dingin, tetesan air membeku dan menempel pada butiran es, membentuk bola-bola es.
Pengulangan Siklus:
Proses naik dan turun ini berulang, memungkinkan butiran es terus bertambah besar dan berat.
Jatuhnya Bola Es:
Saat butiran es sudah terlalu berat untuk ditahan oleh arus udara naik, gravitasi akan menariknya turun ke permukaan bumi sebagai hujan es.