"Prosesnya simpel. Masyarakat tinggal daftar, perusahaan yang nanti menghubungi. Tidak ada lagi urusan bayar-bayar untuk masuk kerja," kata Dedi kepada awak media.
Menurut Dedi, sistem yang dibangun lewat aplikasi ini memungkinkan pemda mengirimkan data pelamar kerja berdasarkan kebutuhan dan kualifikasi yang ditentukan perusahaan.
Ia menyebut, cara ini bisa memangkas birokrasi rekrutmen serta menutup celah pungutan liar.
Pada peluncuran awal, PT SBL membuka 530 posisi kerja, dan sebanyak 17 perusahaan lain ikut bergabung secara daring, dengan total lowongan diperkirakan mencapai 11.500 hingga akhir tahun 2025.
BACA JUGA:Proges Ketahanan Pangan Pemkab Cirebon Cukup Menggembirakan, Ini Buktinya
BACA JUGA:Dorong Program MBG Dievaluasi, Fraksi PKS Sentil 6.000 Kasus Stunting di Kuningan
Pemprov Jabar juga menargetkan penambahan formasi kerja hingga 25 persen pada tahun 2026, atau sekitar 14.375 posisi baru.
Perlu diketahui, aplikasi Nyari Gawe sudah bisa diakses melalui tautan s.id/appNyariGawe, dan dalam waktu dekat akan tersedia di PlayStore.
Pemprov Jabar berharap aplikasi ini bisa menjadi bagian dari transformasi digital sektor ketenagakerjaan di daerah.