KUNINGAN, RADARKUNINGAN COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan memicu bencana tanah longsor di dua titik berbeda, Kamis (1/1).
Peristiwa tersebut berdampak serius pada akses jalan kabupaten hingga jalan usaha tani, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan nyaris amblas dan tidak bisa dilalui.
Dua lokasi yang terdampak longsor berada di Desa Jalaksana, Kecamatan Jalaksana, serta Desa Singkup, Kecamatan Japara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal guna mencegah risiko lanjutan.
BACA JUGA:Modif Seharga Hampir 1 Miliar, XMAX Anak Medan Jadi King of MAXI di Ajang Grand Final CustoMAXI 2025
BACA JUGA:Menjinakkan Bom Waktu Fiskal Kuningan: Kiprah Kepala BPKAD yang Dipercaya Menata Ulang APBD
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan bahwa longsor pertama terjadi di Desa Jalaksana.
Tebing dengan panjang sekitar 10 meter, tinggi 12 meter, dan lebar 3 meter runtuh setelah tanah kehilangan daya ikat akibat hujan deras yang berlangsung lama.
“Material longsoran menimpa sebagian aliran Sungai Cihurang dan berada tepat di sisi jalan kabupaten, sehingga akses warga terganggu dan berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat desa, TNI, dan Polri langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen lapangan.
BACA JUGA:Peluang Jadi Direktur, Pemkab Kuningan Segera Buka Seleksi Direktur PDAU
BACA JUGA:TPP ASN Kuningan Cair Januari 2026, Sekda Uu Pastikan Dibayar Penuh Tanpa Potongan 20 Persen
Pemasangan rambu peringatan, serta penutupan area longsor menggunakan terpal guna mengantisipasi longsor susulan.
Selain Jalaksana, bencana serupa juga terjadi di Blok Kardi, Desa Singkup, Kecamatan Japara.
Longsor di wilayah ini memiliki skala lebih besar, dengan panjang sekitar 20 meter, tinggi 11 meter, dan lebar 7 meter. Material tanah setebal kurang lebih 3 meter menutup total jalan usaha tani.