Sekitar pukul 14.30 WIB, pergerakan KDM terpantau menuju objek wisata Talaga Nilem, Desa Kaduela, kawasan yang belakangan menjadi sorotan akibat konflik pembagian debit air dan laporan dari sejumlah organisasi masyarakat.
BACA JUGA:Serentak se-Jabar! Seleksi Calon PAC PDIP di Kuningan Menuju Tahap Akhir
BACA JUGA:Polemik Banjir Cirebon, Mantan Kalaks BPBD Kuningan: Air Tak Kenal Batas Wilayah
Di lereng gunung tertinggi di Jawa Barat itu, KDM juga memergoki langsung aktivitas penambangan ilegal. Temuan ini memperkuat laporan kerusakan lingkungan yang selama ini mencuat ke publik.
Sidak tersebut menjadi perhatian luas setelah video kunjungan KDM diunggah ke akun TikTok resminya sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam rekaman itu, terlihat aktivitas tambang masih berjalan di kawasan yang seharusnya dilindungi.
Meski lokasi detail tidak disebutkan, KDM menegaskan bahwa aktivitas tersebut berada di dalam kawasan TNGC, menandakan adanya pelanggaran serius terhadap prinsip konservasi.
Langkah KDM ini konsisten dengan sikapnya yang selama ini menolak komersialisasi kawasan konservasi. Dalam berbagai forum, ia kerap mengkritik praktik pengelolaan taman nasional yang dinilai bertentangan dengan fungsi ekologis.
BACA JUGA:Lampu Merah Tugu Ikan Sampora Aktif, Berapa Detik Pengendara Tertahan?
BACA JUGA:Skema Pinjaman Daerah Pemkab Kuningan Jadi Polemik, Partai Golkar Angkat Bicara
Bagi KDM, kawasan hutan lindung harus menjadi penyangga kehidupan, bukan ruang kompromi ekonomi jangka pendek.
Di tengah agenda pengawasan lingkungan yang ketat, pertemuan KDM dengan Sakim menjadi gambaran sisi lain kepemimpinan: tegas pada aturan, namun tetap humanis pada rakyat kecil.
Sebuah perjumpaan singkat di jalan desa Kaduela, yang berubah menjadi cerita tentang empati, harapan, dan keberpihakan. (*)