Kenangan paling melekat bagi Nana justru datang dari momen-momen kecil. Di sela mengantar koran, ia dan ayahnya kerap beristirahat sambil makan sop sederhana.
BACA JUGA:Jalan Menikung dan Licin, Sepeda Motor Terperosok di Jalan Desa Bunigeulis
BACA JUGA:Gara-Gara Lakukan Ini, Bupati Kuningan Diganjar Penghargaan Prestisius
Sang ayah selalu menyerahkan potongan daging kepadanya, dengan alasan hanya menyukai kuah.
“Sekarang saya paham, itu mungkin caranya orang tua mendahulukan anak,” katanya lirih.
Di atas motor itulah pula nasihat hidup disampaikan. Tentang rendah hati, menghormati atasan, menyayangi keluarga, menjaga persaudaraan, dan berserah diri kepada Allah SWT—nilai yang terus Nana bawa hingga hari ini.
Selepas lulus SMA tahun 2000, Nana memulai langkah kecil sebagai tenaga honorer di Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan. Ironisnya, salah satu tugasnya kembali sama seperti dulu: mengantarkan koran.
BACA JUGA:Calmara Cafe Desa Kaduela, Destinasi Travel Baru di Kaki Gunung Ciremai
BACA JUGA:Ketika Gen Z Diajak Dialog di Gedung DPRD Kuningan, Ini yang Terjadi
Delapan tahun kemudian, status PNS ia raih. Kariernya perlahan tumbuh hingga sempat bertugas sebagai Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kramatmulya. Namun dunia komunikasi seolah tak pernah benar-benar melepasnya.
Ia kembali ke Diskominfo Kuningan, meniti peran sebagai Sub Koordinator Kemitraan Media, Pranata Humas, hingga akhirnya dipercaya memimpin Bidang IKP.
Kini, Nana berada di balik pengelolaan informasi publik Kabupaten Kuningan. Mulai dari rilis resmi pemerintah, kemitraan media, layanan PPID, penanganan hoaks, hingga penguatan literasi digital masyarakat.
Baginya, jabatan bukan soal posisi, tetapi kelanjutan dari pelajaran masa kecil.
BACA JUGA:Daftar Hotline Pengaduan MBG di Kabupaten Kuningan
BACA JUGA:Era Baru Tenis Kuningan! Buana De Vito Resmi Pimpin PELTI, Target Prestasi Melesat
“Dulu saya belajar menyampaikan informasi tepat waktu. Sekarang saya bertanggung jawab memastikan informasi publik benar, cepat, dan bisa dipercaya,” ujarnya.