KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang penghasilan yang menjanjikan.
Di Kabupaten Kuningan, posisi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahkan disebut menerima gaji hingga Rp6 juta per bulan, angka yang dinilai jauh melampaui Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Meski hingga kini Badan Gizi Nasional (BGN) belum merilis data resmi terkait standar penghasilan Kepala dan relawan SPPG.
Besaran honor yang beredar di lapangan dinilai cukup menarik dan berpotensi meningkatkan minat masyarakat untuk terlibat dalam program ini.
BACA JUGA:MBG Kuningan: 433 Ribu Penerima Manfaat, 6.518 Tenaga Kerja Terserap
BACA JUGA:Eksekusi Rumah Inkrah di Kuningan Digagalkan, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Pidana
Salah satu Kepala SPPG di Kecamatan Kramatmulya, Afif Maulana, membenarkan bahwa dirinya menerima gaji bulanan sebesar Rp6 juta dari BGN.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Gaji yang saya terima cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap bulan saya menerima Rp6 juta, belum termasuk fasilitas kesehatan,” ungkap Afif, warga Desa Cengal, Kecamatan Japara.
Menurutnya, besaran penghasilan tersebut sangat membantu, terutama bagi dirinya yang masih berstatus lajang dan tengah merintis karier.
Tak hanya Kepala SPPG, para relawan yang terlibat dalam operasional dapur MBG juga memperoleh upah harian yang dinilai layak. Afif menjelaskan bahwa nominal upah disesuaikan dengan jenis tugas dan tanggung jawab masing-masing.
BACA JUGA:Spesialis Curanmor Pinggir Sawah Dibekuk, Empat Pelaku Dijerat Pasal Berat
BACA JUGA:Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Toto Suharto Dorong Desa Maksimalkan SIPD Jabar
Berikut rincian upah relawan di SPPG yang ia pimpin. Relawan umum: Rp100 ribu per hari, juru masak: Rp120 ribu per hari, Satpam: Rp100 ribu per hari, sopir: Rp110 ribu per hari, kenek: Rp100 ribu per hari.
“Besaran ini berlaku di SPPG kami. Untuk SPPG di wilayah lain, saya tidak bisa memastikan karena kebijakannya bisa berbeda,” jelas Afif.
Afif juga menceritakan proses panjang yang harus dilaluinya sebelum dipercaya memimpin SPPG. Sejak awal peluncuran program MBG, ia mengikuti tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lolos.