KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Jalan penghubung penghubung Desa Karangkancana menuju Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, 'berubah' menjadi kubangan air.
Kondisi tersebut disebabkan kondisi jalan yang rusak parah ditambah turun hujan sehingga menjadi kolam-kolam kecil.
Jalan yang menjadi akses vital masyarakat dua desa di Kecamatan Karangkancana itu, hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.
Kerusakan jalan yang ditandai dengan permukaan berlubang dan bergelombang telah dikeluhkan warga selama bertahun-tahun, namun belum juga mendapat penanganan permanen dari pemerintah daerah.
Saat hujan lebat, kondisi jalan semakin membahayakan karena lubang-lubang berubah menjadi kubangan air. Risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua, meningkat tajam.
BACA JUGA:Sertijab, AKP Aktuin Moniharapon Jabat Kasat Lantas Polres Kuningan
Ironisnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui warga untuk aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga akses wisata.
Kerusakan paling parah terlihat di sepanjang jalur menuju SMPN Karangkancana. Setiap hari, puluhan pelajar melintasi jalan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan anak-anak, terutama saat musim hujan.
Meski sejak 2024 lalu dinas teknis telah melakukan survei lokasi sebagai tahap awal perencanaan perbaikan, hingga awal 2025 belum ada realisasi pekerjaan.
Akibatnya, warga Desa Karangkancana akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.
BACA JUGA:Baznas Kuningan Tetapkan Zakat Fitrah 2026, Segini Bayarnya!
Penjabat Kepala Desa Karangkancana, Uhen Suhendar, mengatakan bahwa langkah tersebut diambil karena jalan rusak menjadi keluhan utama masyarakat.
Terlebih, jalan kabupaten di Dusun Indrahayu itu merupakan akses penting yang menghubungkan Karangkancana dengan wilayah Cibingbin, sekaligus jalur menuju kawasan wisata Goa Indrakila yang dikenal sebagai situs bersejarah.
"Jalan ini bukan hanya dipakai warga untuk ke kebun atau sawah, tapi juga akses pelajar dan jalur wisata. Karena kondisinya semakin parah, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya,” ujar Uhen, kemarin Kamis 5 Februari 2026.