KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Hujan turun dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan, Rabu 11 Februari 2026.
Kondisi tersebut membuat sejumlah sungai yang ada di Kabupaten Kuningan, meluap akibat debit air meningkat tajam.
Imbasnya, sejumlah pemukiman warga yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan, terendam banjir.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Cibingbing, aliran Sungai Cikaro meluap dan merendam sedikitnya 50 rumah yang ada di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Cisaat.
Begitu juga dengan Sungai Cijurai di Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan. Ikut meluap dan merendam empat dusun di Desa Andamui.
BACA JUGA:DPUTR Kuningan Segera Perbaiki Jalur Mudik Lebaran 2026, Anggarannya Rp6 Miliar
Hal tersebut dijelaskan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana.
"Di Desa Andamui, terjadi luapan Sungai Cijurai ke pemukiman warga di empat dusun. Saat ini data masih dalam proses pendataan," ujar Indra.
Ia menjelaskan, saat hujan deras terjadi, ketinggian luapan air di sungai cijurai sempat mencapai sekitar 80 sentimeter. Tercatat sekitar tiga rumah terdampak banjir.
Namun, ia melaporkan kondisi terkini di Andamui sudah berangsur kondusif seiring hujan yang mulai reda dan debit air sungai yang berangsur surut.
"Masyarakat saat ini sedang melakukan pembersihan. Aliran Sungai Cijurai sudah mulai surut, termasuk Sungai Cisanggarung," tambahnya.
BACA JUGA:Populasi Ikan Dewa Cigugur Tinggal 200 Ekor?
Sementara itu, hujan deras yang menerpa hampir seluruh wilayah Kabupaten Kuningan pada Rabu (11/2) petang, mendatangkan musibah bagi warga.
Tercatat banjir yang cukup besar melanda Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Luapan Sungai Cikaro akibat curah hujan cukup tinggi membuat puluhan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.