Hujan Deras Picu Bencana di Majalengka, 6 Kecamatan Terdampak
ILUSTRASI. BPBD Kabupaten Majalengka mencatat terjadi bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi. Sedikitnya 14 titik bencana terjadi pada Rabu 11 Februari 2026 kemarin.-Istimewa-Radar Majalengka
MAJALENGKA, RADARKUNINGAN.COM - Cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu 11 Februari 2026 kemarin, memicu bencana alam di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Majalengka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat, sedikitnya 14 titik bencana terjadi di 6 kecamatan.
Adapun bencana terjadi, diakibatkan hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur kawasan Majalengka selama hampir lima jam.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat, kejadian tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem tersebar di 14 desa pada enam kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Dr H Agus Tamim ST MSi mengatakan, hujan yang turun disertai angin kencang menyebabkan longsor di sejumlah wilayah perbukitan serta banjir di kawasan dataran rendah.
BACA JUGA:Tidak Hanya Sungai Cikaro, Sungai Cijurai Ikut Meluap
"Dalam kurun waktu kurang lebih lima jam, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi menyebabkan 14 titik kejadian bencana yang tersebar di enam kecamatan. Dominan adalah tanah longsor dan banjir,” kata Agus Tamim, Kamis 12 Februari 2026.
Enam kecamatan terdampak meliputi Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.
Wilayah Kecamatan Maja menjadi kawasan dengan jumlah kejadian terbanyak terutama di Desa Anggrawati, Nunuk Baru, Maja Selatan, Cipicung, dan Tegalsari.
Menurut Agus, material longsor sempat menutup akses jalan desa dan menghambat mobilitas warga.
"Beberapa akses jalan tertutup material tanah, tetapi secara bertahap sudah kami tangani bersama tim di lapangan," ujarnya.
BACA JUGA:DPUTR Kuningan Segera Perbaiki Jalur Mudik Lebaran 2026, Anggarannya Rp6 Miliar
Selain longsor, banjir dilaporkan merendam permukiman warga di Desa Kadipaten, Bonang, dan Leuwiseeng.
BPBD mencatat sedikitnya 56 unit rumah terendam dengan total 166 jiwa terdampak dari 68 kepala keluarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
