Hujan Deras Picu Bencana di Majalengka, 6 Kecamatan Terdampak

Hujan Deras Picu Bencana di Majalengka, 6 Kecamatan Terdampak

ILUSTRASI. BPBD Kabupaten Majalengka mencatat terjadi bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi. Sedikitnya 14 titik bencana terjadi pada Rabu 11 Februari 2026 kemarin.-Istimewa-Radar Majalengka

Di Desa Kadipaten, dua rumah terendam setelah tanggul dilaporkan jebol. Sementara di Desa Leuwiseeng, sebanyak 53 rumah terdampak genangan.

Agus menjelaskan, hingga Kamis dini hari genangan air di sejumlah titik masih bertahan dengan ketinggian antara 30 hingga 80 sentimeter.

"Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan. Data bisa berkembang sesuai hasil asesmen di lapangan," katanya.

BACA JUGA:Populasi Ikan Dewa Cigugur Tinggal 200 Ekor?

BPBD juga mencatat peningkatan debit air di Bendungan Rentang. Tinggi Muka Air (TMA) sempat mencapai 833 meter kubik per detik pada pukul 01.15 WIB dan meningkat menjadi 868 meter kubik per detik pada pukul 01.42 WIB.

"Kondisi debit air memang meningkat. Kami berkoordinasi dengan BBWS untuk pemantauan lebih lanjut agar bisa mengantisipasi potensi banjir susulan," ujar Agus.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD menerbitkan izin tugas lapangan pada Kamis pagi pukul 08.30 WIB guna melakukan kaji cepat dan penanganan di sejumlah titik longsor di Kecamatan Maja. 

Lokasi prioritas meliputi jalur Desa Anggrawati–Nunuk Baru, Desa Maja Selatan, Jalan Cikawoan–Pasir Pogor di Desa Nunuk Baru, serta Blok Gunung Windu di Desa Cipicung.

Tim yang diterjunkan berada di bawah tanggung jawab Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Didi Rasidin SKep Ners MAP dengan Koordinator Penanggulangan Bencana, Wawan Suryawan SE.

Sebanyak lima aparatur sipil negara dan satu personel Pusdalops dikerahkan dengan dukungan satu unit kendaraan operasional serta peralatan seperti chainsaw, sekop, cangkul, helm rescue, dan perangkat komunikasi.

Agus menegaskan, pihaknya mengutamakan keselamatan warga serta percepatan pembukaan akses jalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. 

Ia juga mengimbau warga di wilayah perbukitan dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Cuaca masih berpotensi hujan. Kami minta masyarakat tetap waspada, terutama di daerah rawan longsor dan banjir,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor dan pendataan dampak masih berlangsung. 

Pemerintah daerah memastikan seluruh unsur terkait tetap siaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. (bae)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: