Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi dalam pernyataannya menegaskan bahwa kebijakan pangan bukan semata persoalan ekonomi, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintah menjaga ketenangan masyarakat.
“Pangan menyangkut rasa aman dan martabat rakyat. Pemerintah harus memastikan distribusi berjalan adil dan daya beli tetap terjaga,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Beras medium dipasarkan Rp12.000 per kilogram dari harga pasar Rp14.900.
Gula pasir Rp15.000 dari Rp18.000. Minyak goreng Rp15.500 per liter dari Rp15.700. Telur ayam Rp29.000 per kilogram dari Rp36.000.
BACA JUGA:Dari Kabupaten Batang Bobol Toko di Kuningan
BACA JUGA:Jadwal Pencairan TPP dan Gaji Ke-14 ASN Kuningan
Daging sapi Rp120.000 dari Rp135.000. Daging ayam Rp36.000 dari Rp42.000. Bawang merah Rp38.000 dari Rp45.000 dan bawang putih Rp32.000 dari Rp40.000.
Aneka cabai juga dijual lebih rendah sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram dibanding harga pasar.
Selisih harga tersebut disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi dan sebagian besar komoditas terjual dalam waktu relatif singkat.
Selain transaksi penjualan, kegiatan juga diwarnai interaksi langsung antara jajaran pemerintah dan masyarakat dalam suasana tertib dan kondusif.
Program ini selaras dengan visi pembangunan daerah Kuningan Melesat (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh), dengan menempatkan stabilitas pangan sebagai fondasi penguatan ekonomi dan ketahanan sosial.
Melalui GPM Dirahmati, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi sepanjang Ramadan. (*)