Program Wifi gratis tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan daerah menuju Majalengka “Langkung Sae” melalui penguatan layanan berbasis digital.
Diskominfo menargetkan perluasan jaringan secara bertahap ke wilayah lain, termasuk kawasan permukiman dan desa, guna mewujudkan pemerataan akses internet.
BACA JUGA:6,5 Ton Sembako Ludes Dalam Waktu 2 Jam, Pasar Murah Polres Kuningan
Menurut Irwan, transformasi digital tidak hanya menyentuh aspek pemerintahan, tetapi juga sektor pendidikan, ekonomi kreatif, dan pelayanan publik.
Dengan akses internet yang lebih merata, diharapkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing pelaku usaha lokal meningkat.
Rina (23), mahasiswa asal Kecamatan Cigasong, menilai fasilitas WiFi gratis sangat membantu aktivitas akademiknya.
"Ini sangat membantu, terutama untuk mengerjakan tugas dan mengakses jurnal daring. Biasanya harus membeli paket data tambahan. Semoga jaringannya stabil dan bisa ditambah di titik lainnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dedi (35), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Majalengka. Menurut dia, ketersediaan internet gratis di ruang publik mendukung pengembangan usaha berbasis digital.
"Sekarang promosi banyak melalui media sosial dan marketplace. Dengan adanya Wi-Fi gratis, kami bisa lebih mudah mengunggah produk dan berkomunikasi dengan pelanggan tanpa khawatir kuota cepat habis,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap fasilitas Wi-Fi publik tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk meningkatkan literasi digital, memperluas jejaring usaha, serta menunjang proses belajar mengajar.
Ke depan, Diskominfo akan melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan agar konektivitas tetap stabil dan aman.
Partisipasi masyarakat juga diharapkan dalam menjaga fasilitas publik tersebut agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Dengan penyediaan Wi-Fi gratis di ruang publik, Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan digital yang inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (bae/ono)