KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Suasana hangat dan penuh nuansa religius menyelimuti Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (9/3/2026).
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Senandung Ramadan yang dirangkai dengan buka puasa bersama serta santunan anak yatim.
Kegiatan tersebut dihadiri Presiden Andi Gani Nena Wea, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Kapolres, Dandim, tokoh masyarakat, serta para pekerja dari berbagai sektor.
Acara semakin meriah dengan penampilan penyanyi religi nasional Opick yang dikenal lewat sejumlah lagu islami populer, salah satunya “Maulana”.
BACA JUGA:Satpol PP Kuningan Razia ASN di Toserba Saat Jam Kerja, Enam Orang Terjaring Operasi Disiplin
BACA JUGA:Polres Kuningan Bongkar 4 Kasus Narkoba Februari 2026, Lima Tersangka Diamankan
Selain menjadi momentum silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak-anak yatim.
Aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian KSPSI terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Bupati Dian Rachmat Yanuar mengatakan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai empati, kebersamaan, dan solidaritas sosial.
Menurutnya, kegiatan yang digagas oleh organisasi pekerja tersebut menunjukkan bahwa gerakan buruh tidak hanya fokus pada perjuangan hak tenaga kerja, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat luas.
BACA JUGA:Yamaha Hadirkan Layanan Siaga dan Promo Menarik Sambut Libur Lebaran 2026
BACA JUGA:Polsek Pancalang Santuni 26 Anak Yatim, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan
“Ramadan mengajarkan kita tentang berbagi dan empati. Gerakan buruh hari ini tidak hanya memperjuangkan hak pekerja, tetapi juga menginspirasi kepedulian sosial,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap masyarakat Kabupaten Kuningan.
Ia mengungkapkan, Andi Gani sebelumnya turut membantu proses pemulangan warga Kuningan yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di luar negeri hingga akhirnya dapat kembali ke tanah air.