Aktivitas angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang, ditambah arus pejalan kaki yang menyeberang, menjadi faktor utama tersendatnya lalu lintas.
BACA JUGA:Turun Gunung Demi Rakyat, Ika Siti Rahmatika Urus Pangan hingga Jalan Desa
Kondisi serupa juga terlihat di pusat kota Kuningan, khususnya di kawasan Jalan Siliwangi dan Cijoho yang dipadati pengunjung pusat perbelanjaan.
Kepala Dishub Kuningan, Ade Nurdijanto, memastikan bahwa meski terjadi peningkatan volume kendaraan, kondisi lalu lintas secara umum masih terkendali.
“Kepadatan memang ada, tetapi masih dalam batas wajar dan belum sampai menimbulkan kemacetan panjang,” jelasnya.
Fenomena ini bukan hal baru. Setiap menjelang Lebaran, arus kendaraan selalu meningkat, tidak hanya oleh pemudik yang pulang kampung, tetapi juga oleh warga lokal yang berburu kebutuhan hari raya.
BACA JUGA:ASM Incar Kursi Lebih Banyak di DPRD, Sinyal Lanjut Pimpin Golkar Kuningan Jelang Musda
BACA JUGA:PKB Kuningan Tancap Gas Hadapi Pemilu 2029, Bidik 10 Kursi DPRD
Di tengah derasnya arus kendaraan yang masuk, satu hal yang mencolok: mobil pribadi kian menjadi pilihan utama pemudik.
Praktis, fleksibel, dan dianggap lebih nyaman, kendaraan jenis ini perlahan mendominasi wajah mudik masa kini.
Dan Kuningan, seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali menjadi salah satu tujuan yang tak pernah sepi dari gelombang pulang kampung. ,(*)