Sejak pertandingan pertama, setiap peserta harus langsung siap menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Situasi tersebut diyakini bakal membuat persaingan Bupati Cup Kuningan 2026 semakin sengit dan menarik untuk disaksikan.
BACA JUGA:Spanyol Angkat Trofi, Telur Ayam di Kuningan Naik Harga
BACA JUGA:Petani di Kuningan Keluhkan Hama hingga Pemangkasan Dana Desa, Toto Janji Kawal Aspirasi
Regulasi Pemain Diperketat
Panitia juga menetapkan aturan terkait komposisi pemain. Setiap tim dapat mendaftarkan maksimal 23 pemain dan minimal 17 pemain.
Pemain yang diperbolehkan tampil merupakan kelahiran 1 Januari 2006 hingga 31 Desember 2009.
Selain itu, panitia memberi ruang bagi pemain kelahiran 2010 untuk ikut ambil bagian. Namun, jumlahnya dibatasi maksimal empat pemain dalam satu tim.
Syarat utama lainnya, seluruh pemain wajib berasal dari kecamatan yang diwakilinya.
Aturan ini membuat Bupati Cup tidak hanya menjadi kompetisi perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ajang pembuktian talenta sepak bola lokal dari masing-masing kecamatan.
Dari sisi durasi pertandingan, setiap laga dimainkan selama 70 menit. Pertandingan dibagi dalam dua babak, masing-masing berdurasi 35 menit. Sementara waktu jeda antarbabak ditetapkan selama 10 menit.
Dengan format drawing acak, persaingan antarkecamatan diprediksi berlangsung lebih terbuka. Tim unggulan pun tidak bisa lagi merasa aman karena setiap lawan berpeluang menghadirkan kejutan. (*)