Menurut Bupati Dian, keberhasilan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah unit yang dibangun.
Aspek lingkungan permukiman juga harus menjadi perhatian agar masyarakat memperoleh tempat tinggal yang benar-benar layak.
Pemkab Kuningan ingin memastikan pembangunan hunian disertai prasarana, sarana, dan utilitas yang memadai.
Dengan begitu, rumah yang dibangun tidak berdiri sendiri tanpa dukungan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Kita tidak ingin hanya membangun rumah, tetapi juga membangun lingkungan tempat tinggal yang layak. Karena rumah yang baik harus didukung lingkungan yang sehat, aman, nyaman, serta memiliki infrastruktur dasar yang memadai,” tegasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Pemkab Kuningan akan memperkuat koordinasi antara perangkat daerah, pemerintah pusat dan provinsi, pengembang, perbankan, pemerintah desa, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga masyarakat.
Penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik II Implementasi Program 3 Juta Rumah Regional Jawa-Bali, menurut Bupati Dian, bukan menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk berhenti berbenah.
Sebaliknya, penghargaan tersebut dijadikan dorongan untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperluas manfaat program perumahan bagi masyarakat.
“Penghargaan ini jangan membuat kita berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Masih ada masyarakat yang membutuhkan rumah layak dan masih ada rumah yang harus kita tingkatkan kualitasnya. Karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat,” ujarnya.
Penghargaan untuk Semua Pihak
Bupati Dian turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program perumahan di Kabupaten Kuningan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, jajaran perangkat daerah, para pengembang, lembaga pembiayaan, lembaga filantropi, pemerintah desa, komunitas, serta masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak bersama. Penghargaan ini adalah penghargaan untuk kita semua. Ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergotong royong, kita mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pemkab Kuningan selanjutnya akan terus mendorong pembangunan perumahan yang berkualitas dan berkelanjutan. Hunian yang dibangun diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga ditopang lingkungan permukiman yang sehat dan nyaman.
“Pada akhirnya, yang kita bangun bukan sekadar rumah, tetapi kualitas kehidupan dan masa depan masyarakat Kuningan,” pungkas Bupati.
Melalui semangat Kuningan Melesat, Pemkab Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan, termasuk memperluas manfaat penyediaan hunian layak bagi masyarakat. (*)