Pintu dan jendela rumah juga disarankan ditutup ketika kondisi udara kurang baik.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan partikel abu masuk ke dalam rumah.
BACA JUGA:Cakep, Pegawai DLH Kerja Bakti Bersihkan Sampah di Jalan Lingkar Timur Kuningan
BACA JUGA:RSUD Linggajati Tambah Alat Modern dan Dokter Spesialis, Operasi Wasir Kini Bisa 30 Menit
“Gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas cukup tinggi di luar ruangan. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar apabila kondisi udara kurang baik,” katanya.
Paparan abu vulkanik juga perlu diwaspadai apabila menimbulkan keluhan kesehatan.
Warga yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa perih, atau keluhan lainnya setelah terpapar abu diminta beristirahat dan mendapatkan pemeriksaan medis apabila kondisi tidak membaik atau semakin berat.
Kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan, diimbau lebih berhati-hati. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara menurun.
BACA JUGA:Khitanan Massal 151 Anak Warnai Hari Jadi ke-528 Kuningan
BACA JUGA:Perwira Polres Kuningan Berganti, Ini Daftarnya
Jaga Kebersihan Setelah Beraktivitas
Polres Kuningan juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar rumah. Warga dapat mencuci tangan dan wajah serta mengganti pakaian yang terkena debu.
Jika mata terkena abu, masyarakat dianjurkan tidak menggosoknya. Mata dapat dibilas menggunakan air bersih untuk membantu membersihkan partikel yang masuk.
“Untuk masyarakat yang merasakan keluhan kesehatan, jangan dipaksakan beraktivitas. Segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan lainnya yang cukup berat,” ujar AKP Abdul Azis.
Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai perkembangan erupsi maupun dampaknya.
BACA JUGA:Sholat Istisqa, Polres Kuningan Munajat di Tengah Kemarau