Untuk kategori SD, juara 1, 2 dan 3 akan mendapatkan kesempatan mewakili Kabupaten Kuningan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda).
Sementara untuk kategori SMP dan SMA, tiket ke Kejurda diberikan kepada juara 1 dan 2.
“Untuk Kejurda rencananya dilaksanakan 18 Oktober di Bandung,” ungkapnya.
Dengan sistem tersebut, LOBB 2026 Kuningan menjadi salah satu tahapan bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman kompetisi sekaligus membawa nama daerah pada kejuaraan tingkat daerah.
FBI Kuningan juga memastikan proses penjurian dilakukan secara independen. Dewan juri tidak dipilih oleh panitia daerah, melainkan ditentukan langsung oleh FBI Pusat.
Juri yang bertugas berasal dari luar daerah, di antaranya dari Cirebon dan Indramayu.
“Juri sudah ditentukan dari pusat. Ada yang dari Cirebon dan Indramayu. Kami tidak memilih sendiri siapa jurinya,” jelas Abdurahman.
Sistem tersebut diterapkan dalam pelaksanaan Kejurcab untuk memastikan proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang telah ditentukan oleh organisasi di tingkat pusat.
Kejurcab Perdana, Disiapkan Berlanjut Menjadi Liga
Kejurcab LOBB 2026 menjadi pelaksanaan pertama FBI Kabupaten Kuningan. Agenda tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi perdana, tetapi dapat berkembang menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan.
Untuk tahun ini, kegiatan masih menggunakan format Kejurcab. Pada pelaksanaan berikutnya, kompetisi tersebut direncanakan memasuki format liga.
Pengembangan format kompetisi menjadi liga diharapkan memberikan ruang yang lebih berkelanjutan bagi atlet baris-berbaris untuk mengikuti pertandingan dan mengembangkan kemampuan.
Selain mengejar prestasi di tingkat daerah, FBI Kabupaten Kuningan juga menaruh perhatian pada regenerasi atlet.
Abdurahman berharap keberadaan LOBB dapat mendorong lebih banyak sekolah untuk terlibat dalam olahraga baris-berbaris.
“Harapan kami, LOBB ini menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah yang belum mengirimkan peserta. Semakin banyak generasi baru yang tumbuh, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kuningan,” tutupnya.
Melalui Kejurcab perdana ini, LOBB 2026 Kuningan menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan sekaligus membuka jalur kompetisi bagi atlet muda dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Kuningan. (*)