BI Pastikan Rupiah Sulit Dipalsukan, Masyarakat Diminta Waspada, Kenali 3D
Perwakilan Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa uang rupiah hingga saat ini masih sangat sulit dipalsukan karena memiliki banyak fitur keamanan yang tidak mudah ditiru.--
“Perlu dipahami aktivitas ekonomi di pasar berlangsung cepat, sehingga masyarakat harus terlatih membedakan uang asli dan palsu dengan cepat. Dari kasus ini terbukti, masyarakat yang waspada bisa membantu mengungkap peredaran uang palsu,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika ada masyarakat yang menemukan atau meragukan keaslian uang rupiah, langkah pertama adalah menolak menerima uang tersebut.
BACA JUGA:Deal, Andi Gani Bangun Dua Rumah Baru untuk Warga Kuningan yang Tinggal di Hunian Tak Layak
BACA JUGA:Kopi dan Rangginang Harus Jadi Unggulan Kuningan, Ini Saran Anggota Dewan
Jika terlanjur diterima, sebaiknya segera dibawa ke bank terdekat untuk diperiksa.
“Namun perlu ditegaskan, sesuai aturan, uang palsu tidak dapat diganti. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci,” kata Himawan.
Dalam kesempatan itu, Himawan juga menjelaskan bahwa uang palsu hasil sitaan akan diteliti lebih lanjut di laboratorium BI Cirebon untuk memastikan detail ciri-cirinya.
Hal ini dilakukan sebagai bahan evaluasi sekaligus edukasi kepada masyarakat.
BACA JUGA:Pengurus PKS Kuningan Banyak Diisi Wajah Baru
BACA JUGA:Ikatan Istri Anggota Dewan Kuningan Bagi-bagi Sembako
“Fitur keamanan rupiah masih sangat kuat dan belum bisa ditiru. Jadi tetaplah optimis, namun jangan lengah. Satu lembar uang palsu yang beredar saja bisa merugikan masyarakat kecil. Itu yang harus kita cegah bersama-sama,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Perwakilan BI Cirebon juga aktif mengedukasi masyarakat melalui akun medsosnya.
Seperti gerakan mengenal uang asli dengan 3D, Dilihat, Diraba dan Diterawang, lengkap dengan edukasi ciri maupun tanda khusus Rupiah Asli. (Bubud Sihabudin)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
