Belasan Tahun Kekurangan Siswa, Dua SMP di Kuningan Dimerger

Belasan Tahun Kekurangan Siswa, Dua SMP di Kuningan Dimerger

Plt Kepala SMPN 6 Kuningan Cecep J Subagja SPd MPd menjelaskan langkah merger dengan SMPN 3 Kuningan ini dilakukan untuk menjamin efektivitas kegiatan belajar mengajar, serta memberikan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif bagi siswa.-Agus Sugiarto-Radar Kuningan

BACA JUGA:Rencana Pengembangan Hutan Kota Kabupaten Cirebon Gagal

BACA JUGA:Pilwu Digital Indramayu Ditetapkan 10 Desember 2025

Sementara itu, suasana emosional sempat tersaji di media sosial. Sebuah unggahan video dari pihak sekolah memperlihatkan momen perpisahan yang menyentuh, dengan pesan dari para guru yang harus berpisah dari siswa dan rekan kerja mereka.

"Kami di sini bukan hanya mendidik, tetapi membangun keluarga kecil. Yang paling sulit bukanlah mengajar setiap hari, tapi menerima kenyataan bahwa kami harus berpisah. Berpisah dengan siswa, teman sejawat, dan sekolah yang sudah seperti rumah sendiri," tulis salah satu guru dalam unggahan tersebut.

Mereka pun berharap, baik murid maupun guru yang berpindah dapat menemukan lingkungan baru yang lebih baik dan tetap semangat melanjutkan perjalanan pendidikan.

Keputusan merger ini menimbulkan rasa haru di kalangan guru. Dalam sebuah unggahan di media sosial, sejumlah tenaga pendidik menyampaikan pesan menyentuh, menggambarkan betapa beratnya perpisahan dengan murid, rekan kerja, dan sekolah yang telah mereka anggap sebagai rumah kedua.

"Yang paling sulit bukanlah kegiatan mengajar setiap hari, tetapi merelakan perpisahan. Semoga anak-anak dan guru yang berpindah mendapatkan lingkungan yang lebih baik," demikian ungkapan salah seorang guru dalam unggahan tersebut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: