Minuman Sari Cabai dan Abon Cabai, Inovasi Petani Desa Seda Sempat Tembus Sumatera
Inovasi petani Desa Seda dalam membuat minuman yang berbahan dasar cabai. Namun sayang prosuksi tersebut kini terhenti.-Andre Mahardika-Radar Kuningan
Disinggung mengenai daya tahan maksimal layak konsumsi, Suhandi menyebutkan jika minuman dan abon buatan kelompoknya mampu bertahan kurang lebih satu bulan.
Daya tahan yang lumayan lama itu, jelasnya, karena semua bahan yang dipakai untuk memprosuksi minuman dan abon, murni tanpa adanya bahan pengawet.
"Daya simpan maksimal setengah bulan, karena kita tanpa bahan pengawet apapun, murni cabai, paling hanya pewarna saja tambahannya tuh"," ucapnya.
BACA JUGA:Seleksi Kejurnas Voli Antar Klub Digelar di Kuningan
Dikatakannya, sisa atau hampas pembuatan minuman sari cabai, tidak langsung dibuang.
Justru diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, yakni abon cabai.
"Cabainya utuh direbus, diambil sarinya saja. Hampasnya kita keringkan dan dibuat abon cabai, digiling lagi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
