Diskatan Kuningan Gercep Kendalikan Hama Padi

Diskatan Kuningan Gercep Kendalikan Hama Padi

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan bergerak cepat menindaklanjuti aduan petani terkait serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada padi. (Istimewa)--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan bergerak cepat menindaklanjuti aduan petani terkait serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada padi.

Pada Jumat, 23 Januari 2026, Diskatan melaksanakan Gerakan Pengendalian OPT (Gerdal OPT) secara serentak di enam lokasi berbeda sebagai upaya menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah OPT yang dinilai berpotensi menurunkan hasil panen.

Di antaranya tikus sawah, wereng batang cokelat, serta bacterial leaf blight (BLB) atau hawar daun bakteri yang kerap muncul pada kondisi cuaca lembap.

BACA JUGA:Kolaborasi BTNGC dan Desa Penyangga, Jadi Pilar Utama Pelestarian Gunung Ciremai

BACA JUGA:Tim Monster Energy Yamaha MotoGP Memasuki Era V4, Launching Livery 2026 di Indonesia

Salah satu titik utama Gerdal OPT dipimpin langsung Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah yakni pengendalian penyakit BLB padi seluas 15 hektare di Poktan Mawar Angga Putra, Blok Sawah Dangdeur, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu.

Didampingi UPTD Brigade Proteksi, Dr. Wahyu turun langsung ke areal persawahan sekaligus memberikan edukasi teknis kepada petani mengenai karakteristik penyakit BLB yang disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae.

“BLB merupakan penyakit yang dapat berkembang cepat, terutama pada kondisi kelembapan tinggi dan pemupukan nitrogen yang berlebihan. Jika tidak dikendalikan sejak dini, penyakit ini berpotensi menurunkan produktivitas padi,” ujar Wahyu.

Wahyu menegaskan bahwa pengendalian penyakit tanaman padi harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Yamaha Luncurkan MAX Special Livery, Rayakan Perjalanan 25 Tahun MAX Hadir untuk Konsumen Global

BACA JUGA:Selamatkan Hutan Ciremai, KTH Rimba Mekar Tanam Ribuan Pohon Endemik

Pendekatan tersebut meliputi penggunaan varietas toleran, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, perbaikan drainase lahan, serta penerapan agens pengendali sesuai rekomendasi teknis.

“Pemerintah hadir untuk mendampingi petani agar penanganan dilakukan secara tepat. Prinsipnya bergerak cepat dan terkoordinasi sehingga potensi kehilangan hasil panen dapat ditekan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: