Petani Kuningan Kini Dilindugi Asuransi

Petani Kuningan Kini Dilindugi Asuransi

ILUSTRASI. Lewat Program Asmik, ribuan petani di seluruh Jawa Barat ditargetkan harus sudah terlindungi oleh asuransi.-Istimewa-Radar Kuningan

Tanpa perlindungan finansial, satu musibah saja bisa berdampak panjang terhadap ekonomi keluarga dan keberlangsungan usaha tani.

Bagi petani, rasa aman menjadi nilai utama dari program tersebut.

Suheri, petani asal Desa Cipari, Kecamatan Cigugur, mengaku bersyukur telah terdaftar sebagai peserta Asmik meski belum pernah mengajukan klaim.

BACA JUGA:DAK Rp29 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak Berat, Jalur Mudik Kuningan Mulus?

"Alhamdulillah saya belum pernah sakit atau dirawat. Tapi dengan adanya ASMIK, saya merasa lebih tenang. Kalau suatu saat sakit dan harus dirawat, sudah ada santunan yang bisa membantu. Jadi bekerja di sawah lebih fokus dan tidak terlalu khawatir,” ujarnya.

Di Kabupaten Kuningan, implementasi Asmik menunjukkan tren peningkatan signifikan. 

Pada 2024 tercatat 941 peserta terdaftar, dengan 78 persen telah memiliki nomor polis aktif. 

Memasuki Tahun Anggaran 2025, jumlah tersebut melonjak menjadi 1.948 polis yang tersebar di 32 kecamatan.

Secara regional, realisasi Asmik pada 2024 mencapai 34.209 polis dari target 37.800 peserta di 24 kabupaten/kota. 

Total premi yang tersalurkan mencapai Rp1,71 miliar dengan 20 klaim senilai Rp74,1 juta. 

Data tersebut menunjukkan bahwa skema perlindungan ini berjalan efektif dan benar-benar memberikan manfaat ketika risiko terjadi.

Program Asmik juga terintegrasi dengan berbagai skema pembiayaan produktif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan alat dan mesin pertanian, serta skema Ultra Mikro (UMi). 

Selain itu, penguatan kelembagaan melalui Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) dan koperasi pertanian turut menjadi bagian dari ekosistem inklusi keuangan yang dibangun. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: