Kebakaran di Tajur Buntu Pancalang, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Tim Damkar Kuningan dibantu aparat keamanan setempat, berusaha memadamkan api yang menghanguskan rumah sekaligus tempat usaha di Desa Tajur Buntu.-Istimewa-Radar Kuningan
UPT Damkar Kuningan memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp237 juta. Kerugian bangunan ditaksir Rp144 juta. Dua mesin fotokopi senilai sekitar Rp60 juta, komputer Rp6 juta, printer Rp1 juta, mesin laminating Rp1 juta, serta alat tulis sekitar Rp25 juta.
Penanganan kebakaran sempat menghadapi kendala. Saat laporan dari Tajur Buntu diterima, sebagian personel dan kendaraan Damkar masih melakukan pemadaman di Desa Babatan.
Akibatnya, personel dan armada harus dibagi untuk menangani dua lokasi kebakaran. Jarak menuju Tajur Buntu yang cukup jauh juga membuat petugas membutuhkan waktu untuk tiba di lokasi.
Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Warga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menggunakan terlalu banyak colokan dalam satu titik, serta memastikan kabel dan perangkat listrik yang digunakan memenuhi standar.
BACA JUGA:11 Tahun Dinanti, Ajang Ikonik Yamaha Cup Race di Padang Disaksikan Lebih Dari 5 Ribu Pengunjung !
BACA JUGA:LPM Jadi Motor Desa, Bupati Dian Kantongi Penghargaan Nasional
Kondisi selang dan regulator gas juga perlu diperiksa secara rutin. Masyarakat dan pengelola lingkungan dianjurkan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) serta sumber air sebagai langkah antisipasi.
"Jika terjadi kebakaran, warga diminta segera menghubungi UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan melalui (0232) 871113 atau 0813-2269-8881," imbau Andri. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

