Dugaan Bullying di Cipakem Kuningan, Disdikbud Cek Korban

Dugaan Bullying di Cipakem Kuningan, Disdikbud Cek Korban

Dugaan bullying terhadap siswa SD di Cipakem Kuningan mendapat perhatian Disdikbud. Keluarga sepakat menempuh penyelesaian kekeluargaan dan fokus pengobatan.-Agus Phanter-Radar Kuningan

BACA JUGA:Kuasa Hukum AS-RM Bantah Dugaan Penipuan 210 Titik Parkir

“Menurut keterangan yang kami dapat, kejadian bermula saat anak-anak sedang menonton hiburan di desa. Kemudian mereka berencana bermain atraksi. Saat bensin terbakar dan menyambar tangan salah seorang anak, botol tersebut dilepas ke samping dan mengenai anak yang berada di dekatnya,” jelas Surya.

Korban Jalani Perawatan di RS Juanda

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban berinisial FA, siswa SDN 1 Desa Cipakem, harus menjalani operasi di RSU Juanda Kuningan pada Selasa malam (6/10/2026).

Korban disebut mengalami luka bakar, terutama pada bagian wajah dan leher hingga melepuh.

Sementara anak yang disebut terlibat dalam kejadian tersebut berinisial RI, seorang siswa MTs. Dalam informasi yang beredar, RI disebut menyiramkan bensin dan api ke arah FA hingga korban terbakar.

BACA JUGA:Clan of Classy 2026 Take Over Bali! Ajak Anak Muda Recharge Bareng di Surganya Pecinta Classy Yamaha

BACA JUGA:BPKAD Kuningan Gelar Webinar Nasional Digitalisasi Aset Daerah

Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh Disdikbud dari keluarga, peristiwa tersebut lebih mengarah pada insiden ketika anak-anak bermain api, bukan tindakan penganiayaan yang dilakukan dengan sengaja.

Surya menegaskan perhatian utama saat ini adalah kondisi korban dan proses pemulihannya.

“Yang terpenting saat ini adalah kondisi anak. Kedua keluarga sudah saling memaafkan dan keluarga dari anak yang terlibat juga menyatakan siap membantu menanggung biaya pengobatan yang timbul selama perawatan di rumah sakit,” ungkap Surya.

Kedua keluarga disebut masih berkomunikasi dan bersama-sama menunggu perkembangan kondisi FA selama menjalani perawatan.

Pemdes Cipakem Benarkan Kejadian

Sekretaris Desa Cipakem, Armansyah, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia memberikan penjelasan bahwa kejadian itu bukan merupakan tindakan membakar korban dengan sengaja.

Menurut Armansyah, tubuh FA terbakar secara tidak sengaja ketika anak-anak bermain api.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: