Segini Besaran Gaji yang Diterima Pegawai SPPG Sindang 2 Indramayu
Asisten lapangan (aslap) SPPG Sindang 2, Yusuf (31), memastikan jumlah ompreng sebelum dibersihkan dan dicuci, Kamis (22/1).-Anang Syahroni-Radar Indramayu
Yusuf berharap, program MBG dapat terus berlanjut. Menurutnya, selain memastikan asupan gizi para siswa, program ini juga berdampak besar pada perekonomian masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi warga Indramayu.
"Semoga program ini terus berjalan karena keberadaan MBG sangat kami rasakan dari segi peningkatan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Indramayu, H Kasan Basari menegaskan bahwa sebagai partai pengusung Presiden Prabowo, sudah menjadi kewajiban Gerindra untuk mengawal kesuksesan program MBG di Kabupaten Indramayu.
"Harus dikawal sebaik mungkin, karena MBG merupakan cerminan dari kepemimpinan Pak Prabowo. Tanggung jawab moralnya sangat besar,” jelas Kasan.
Ia menambahkan, program MBG memiliki multiplier effect yang luar biasa. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, hingga pergerakan sektor pangan seperti peternak telur, sayur-mayur, dan kebutuhan dapur lainnya.
BACA JUGA:Paparkan Data Resmi, PDAM Tirta Kamuning Klarifikasi Tuduhan Krisis Air di Cikalahang
BACA JUGA:Arahan KDM Untuk Persoalan Air di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan
"Artinya, capaian ekonomi ini bukan sekadar angan-angan. Meski saya bukan ahli ekonomi, saya membayangkan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 bisa mencapai 6 persen,” ujarnya.
Menurut Kasan, melalui program MBG, kini sudah mulai terlihat pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Ribuan SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia menyerap puluhan tenaga kerja di setiap dapur, dengan rata-rata sekitar 50 orang per SPPG.
"Terlepas dari pro dan kontra, tidak bisa dipungkiri, MBG mampu menggerakkan ekonomi lokal. Semakin banyak masyarakat yang bekerja dan memegang uang, maka pertumbuhan ekonomi akan semakin nyata," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
