Ngawangkong Jadi Ajang Curhat Warga

Ngawangkong Jadi Ajang Curhat Warga

KUNINGAN-Agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Kuningan bertajuk \"Ngawangkong\" digelar di halaman Pasar Kutawaringin, Kecamatan Selajambe, Rabu (4/12). Kegiatan ini juga bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Bupati H Acep Purnama dan Wabup HM Ridho Suganda. Penyenggara kegiatan adalah Bagian Humas Setda. Dalam acara Ngawangkong ini juga diserahkan sertifikat tanah kepada warga di sejumlah desa di Kecamatan Selajambe.   Dari pantauan Radar Kuningan, acara dialog terbuka antara Bupati H Acep Purnama SH MH langsung dengan masyarakat tersebut dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, para kades defenitif maupun terpilih, camat, jajaran kepala bagian (kabag), serta para kepala dinas di lingkungan Pemkab Kuningan. Kehadiran  kesenian angklung dan kesenian lainnya menjadikan acara dialog interaktif bupati dengan warga tersebut berlangsung meriah. Kabag Humas Setda dr Wahyu Hidayah MSi memaparkan, acara Ngawangkong ini sengaja digelar tanggal 4 Desember bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Bupati H Axep Purnama-Wabup HM Ridho Suganda. “Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah Refleksi Pembangunan Kabuoaten Kuningan 2019. Lokasinya di Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe. Acara ini sudah berlangsung setiap tahun, dan sejak tahun 2017 dilaksanakan di luar pendopo. Tahun 2017 di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, setahun kemudian di Desa/Kecamatan Pasawahan dan tahun ini di Desa Kutawaringin,” terang Wahyu saat memberikan sambutan di hadapan bupati serta pejabat pemkab lainnya. wahyu juga menuturkan, Ngawangkong merupakan sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan dikemas dengan tidak firnal. Masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya langsung kepada bupati. Atau bertanya tentang kemajuan pembangunan di Kabupaten Kuningan. “Alhamdulillah respon masyarakat Kutawaringin sangat antusias. Warga ingin menyaksikan langsung acara ini, dan menyampaikan harapannya kepada pak bupati. Dan Ngawangkong ini sudah ada sejak Kabag Humas dijabat oleh Pak Dian. Saya hanya meneruskan saja,” sebut Wahyu. Sementara Bupati H Acep Purnama menjelaskan berbagai pembangunan yang sudah sedang dilakukan selama setahun ini. Antara lain pelebaran jalan dari Cipasung sampai Cilebak, pembangunan infrastruktur lainnya, serta pemberdataan masyarakat. Kemudian angka kemiskinan masih tinggi dan memerlukan penanganan yang komprehensif. “Dalam masa setahun ini, pemerintah terus melakukan pembangunan di berbagai bidang. Termasuk juga pelebaran jalan Cipasung-Cilebak. Sekarang sudah yerlihat hasilnya dimana jalan di Kutawaringin lebih lebar,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Acep mengatakan, refleksi pembangunan Kabupaten  Kuningan tahun 2010 merupakan penjabaran yang tidak terpisahkan dari upaya pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Kuningan selama 5 tahun yang tertuang  dalam Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kuningan. Acep menambahkan, di tahun 2019 Kabupaten Kuningan meraih 31 penghargaan baik yang diberikan oleh presiden Republik ndonesia, pihak kementerian, Gubernur Jawa Barat, dunia usaha bahkan dari organisasi massa. Berbagai penghargaan ini membuktikan bahwa kinerja pemerintah Kabupaten Kuningan sejauh ini bisa diakui dan diapresiasi oleh berbagai pihak. Kemajuan pembangunan Kabupaten Kuningan diperkuat dengan terus meningkatnya IPM Kabupaten Kuningan sebagai barometer keberhasilan pembangunan suatu daerah. Disebutkan, ada tiga indikator utama yang dijadikan alat ukur IPM yaitu kesehatan, pendidikan dan daya beli. \"Saya bahagia serta terima kasih yang tulus kepada seluruh jajaran SKPD yang selama kami bekerja keras hingga mampu menciptakan kabupaten kuningan dengan kondisi sosial yang semakin mantap,\" kata Bupati Acep. Bupati juga membagikan sertifikat tanah kepada smayarakat di berbagai desa yang ada di Kecamatan Subang, Selajambe dan Cilebak. Warga sendiri nampak senang dengan pembagian PTSL dari pemerintah daerah. “Ibu dan bapak, mohon sertifikat ini disimpan baik-baik ya. Jangan sampai hilang karena sertifikat ini adalah bukti kepemilikan tanah milik bapak dan ibu,” kata bupati mengingatkan. (ags)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: