Kasus di Kamboja Jadi Pelajaran, 259 Warga Kuningan Berangkat ke Luar Negeri sebagai Pekerja
Dimas dan istrinya menyampaikan langsung kisah perjalanan mereka di hadapan Bupati Kuningan ketika menjadi korban TPPO di Kamboja.-Setkab Kuningan for Radar Cirebon -
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja yang menimpa pasangan suami istri asal Kabupaten Kuningan, menjadi pelajaran bagi warga lainnya untuk bekerja di luar negeri.
Nekad berangkat dengan cara ilegal, merupakan tindakan melanggar hukum dan mengancam keselamatan bagi pekerja itu sendiri.
Seperti yang dialami Dimas Nurjati dan Nenden Ayu Safitri, Warga RT 07 RW 04 Dusun Babakan Lor, Desa Galaherang, Kabupaten Kuningan, menjadi korban TPPO di Kamboja.
Karena tergiur ajakan teman, keduanya ternyata menjadi korban perdagangan manusia di Kamboja dan mengalami penderitaan selama menjadi pekerja di sana.
Beruntung, nasib keduanya bersama tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya, berhasil diselamatkan oleh Bareskrim Polri dan berhasil dibawa pulang ke tanah air.
BACA JUGA:Catat, Bulan Januari 2026 Ada Dua Tanggal Merah, Satu Long Weekend
BACA JUGA:Korban TPPO Pulang ke Kuningan, Begini Kisah Penderitaan Selama di Kamboja
Sejak Sabtu 27 Desember 2025, Dimas Nurjati dan Nenden Ayu Safitri bersama tujuh WNI lainnya dari berbagai daerah, sudah kembali ke Indonesia.
Setelah menginjakkan kaki di Indonesia, Dimas Nurjati dan Nenden Ayu Safitri sudah kembali ke kampung halaman di Kuningan.
Di hadapan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, Dimas bersama istrinya menceritakan kisah pahit yang mereka alami selama di Kamboja.
Mendengar kejadian tersebut, Bupati Dian mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.
"Hidup sukses tidak ditempuh dengan jalan pintas. Harus melalui prosedur yang benar," ujar Bupati Kuningan, Senin 29 Desember 2025.
BACA JUGA:Pengalaman Pahit Korban TPPO di Kamboja Cerita di Hadapan Bupati Kuningan
BACA JUGA:Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Kuningan, Dongkrak Produksi Pertanian
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
