Yamaha_detail

Memasuki Tahun ke 7, Gebyar 10.001 Merah Putih di Gedung Perundingan Linggarjati Dimulai

Memasuki Tahun ke 7, Gebyar 10.001 Merah Putih di Gedung Perundingan Linggarjati Dimulai

Sejumlah relawan tengah menghias kawasan Gedung Perundingan Linggarjati dengan bendera merah putih dalam rangka persiapan Gebyar 10.001 Merah Putih untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77.-M Taufik/Radar Kuningan -

KUNINGAN, RADAR KUNINGAN - Menjelang 17 Agustus 2022, Gebyar 10.001 Merah Putih di Gedung Perundingan Linggarjati sudah dimulai.

Kegiatan Gebyar 10.001 Merah Putih ini, merupakan agenda tahunan di areal Museum Sejarah Gedung Perundingan Linggarjati, dan dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan RI ke-77.

Dari pantauan di lapangan, ribuan bendera merah putih telah terpasang di pagar, sisi tangga, pedestrian dan taman sekeliling kawasan bangunan bersejarah tersebut. 

Ribuan bendera merha putih tersebut disusun sedemikian rupa dalam pola yang unik, salah satunya membentuk angka 77.

Djuniarti selaku Ketua Panitia Gebyar 10.001 Merah Putih mengatakan, pemasangan bendera sudah dilakukan sejak awal Agustus 2022.

 

"Kemarin tanggal 3 Agustus mendapat partisipasi dari anak-anak SD, perangkat desa sekitar Gedung Perundingan Linggarjati dan sejumlah komunitas," kata Djuniarti.

Ditambahkan Djuniarti, pemasangan bendera merah putih akan terus dilakukan hingga puncaknya pada tanggal 20 Agustus mendatang.

Djuniarti mengatakan, kegiatan Gebyar 10.001 Merah Putih yang digagas oleh almarhumah Hanna Nining kali ini merupakan tahun ketujuh. 

Melalui kegiatan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme generasi muda yang saat ini dirasakan mulai pudar.

"Sesuai cita-cita sang pelopor, kegiatan ini sebagai wujud penghayatan dan pengamalan nilai-nilai perjuangan yang dikobarkan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI dari penjajahan Belanda," paparnya.

 

Oleh karena itu, dalam kegiatan tersebut, banyak melibatkan para generasi muda dari pelajar, mahasiswa, organisasi pemuda dan berbagai komunitas.

"Tidak hanya pemuda dari Kuningan namun juga daerah lain," tegasnya.

Sumber: