Naga Versi Kuningan di Puncak Gunung Tilu, Sumber Awal Mula Kehidupan Manusia

Naga Versi Kuningan di Puncak Gunung Tilu, Sumber Awal Mula Kehidupan Manusia

Situs Batu Naga di puncak Gunung Tilu Kabupaten Kuningan. -Pemkab Kuningan-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Puncak Gunung Tilu yang berada di Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan menyimpan jejak arkeologi yang perlu dipelajari lebih lanjut.

Salah satu yang menarik dari tinggalan prasejarah di puncak gunung tersebut adalah Situs Batu Naga. Lokasinya ada di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut (MDPL). 

Di lokasi itu, bersemayam jejak peninggalan zaman megalitikum. Di mana manusia sudah mulai melakukan ritual dan aspek religius.

Salah satu temuan menarik di situs tersebut adalah penggambaran mahluk mitologi naga. Yang selama ini dikenal sebagai hewan dari China dan Eropa dengan penggambaran masing-masing.

BACA JUGA:Cipari adalah Perkampungan Purba di Kaki Gunung Ciremai, Mengapa Tak Ditemukan Fosil Manusia?

Bila masyarakat Asia pada umumnya menggambarkan naga sebagai mahluk penguasa elemen air dan pembawa keberuntungan, di Eropa justru digambarkan sebagai mahluk jahat yang bisa menyemburkan api.

Sementara naga versi Gunung Tilu digambarkan masyarakat pada zamannya, sebagai mahluk yang menjadi awal mula kehidupan dan asal muasal manusia.

Hal ini tergambarkan pada relief batu menhir yang berada di puncak Gunung Tilu, Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan.

Di puncak Gunung Tilu terdapat batu dengan ukiran yang mengisahkan bagaimana persepsi masyarakat ketika itu, terhadap naga.

BACA JUGA:Rumah Tampil Cantik Dengan Dekorasi Tanaman Hias Bunga, Inilah 5 Macamnya!

Situs dengan budaya megalitik atau batu besar ini, memiliki menhir dengan relief naga. Bahkan diduga menjadi sebuah komplek yang pernah dihuni manusia.

Meski sampai dengan saat ini, masih perlu dilakukan penelitian terkait dengan usia batu yang ada di puncak Gunung Tilu.

Kemudian bagaimana batu berukuran besar dan bersusun tersebut bisa ada di sana. Mengingat ketinggian dari Gunung Tilu mencapai 1.250 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Arkeolog Universitas Indonesia (UI), Dr Ali Akbar mengungkapkan, temuan adanya Situs Batu Naga di puncak Gunung Tilu memang sangat menarik, karena menggambarkan bagaimana kepercayaan masyarakat ketika itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: