Video Viral Perang Sarung di Palutungan Ternyata Konten, Dilakukan Remaja Luar Daerah
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Nova Bhayangkara menyatakan bahwa video viral perang sarung di Palutungan, hanya konten untuk media sosial.-Agus Sugiarto-Radar Kuningan
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Video viral yang menampilkan sekolompok remaja terlibat perang sarung di Palutungan, ternyata bukan kejadian sebenarnya.
Para remaja tersebut, melakukan perang sarung hanya untuk kebutuhan konten di media sosial mereka.
Ditegaskan Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Nova Bhayangkara, pihaknya sudah menelusuri ke lokasi dan ternyata bukan perang sarung yang sebenarnya.
Sebuah video yang menampilkan aksi 'perang sarung' oleh sekelompok remaja di kawasan wisata Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, viral di media sosial dan sempat memicu keresahan di masyarakat.
BACA JUGA:Pemkab Kuningan Benahi Data Penerima Bantuan
BACA JUGA:Sudah Masuk Rp9 Miliar ke Rekening BUD, Dana PKB dari Pemprov Jabar Ditargetkan Rp76 Miliar
Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, diketahui bahwa peristiwa tersebut bukanlah tawuran sungguhan, melainkan hanya rekayasa untuk membuat konten kebutuhan medsos oleh para remaja dari luar daerah.
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Nova Bhayangkara, menegaskan bahwa pihaknya telah menelusuri kejadian tersebut dengan meminta keterangan dari saksi-saksi dan perangkat desa setempat.
"Terkait video yang viral di media sosial, memang terlihat ada sekelompok remaja melakukan aksi seperti perang sarung. Namun setelah kami telusuri, itu ternyata hanya pembuatan konten oleh anak-anak remaja," ujar AKP Nova, Rabu 5 Maret 2025.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa para remaja yang terlibat bukan warga asli Cisantana, melainkan warga luar yang sengaja datang ke kawasan wisata Palutungan untuk membuat video.
BACA JUGA:3 Tempat Wisata Pantai Bali yang Gratis, Pantai Sanur Salah Satunya
BACA JUGA:Stok LPG Selama Puasa Hingga Lebaran Aman, Kuningan Dapat Alokasi Tambahan 50 Persen
Hal ini juga diperkuat dengan keterangan perangkat Desa Cisantana, yang memastikan bahwa tidak ada warga setempat terlibat dalam aksi tersebut.
Meski tidak ada korban dalam kejadian ini, AKP Nova Bhayangkara memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, terutama para remaja, agar tidak membuat konten yang dapat menimbulkan kegaduhan atau bahkan memprovokasi pihak lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
